Share

Sudah Menyerang 82 Anak di India, Ini yang Harus Anda Ketahui Tentang Flu Tomat

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 16:30 WIB
$detail['images_title']
flu tomat pada anak, (Foto: Timesofindia)

ANCAMAN virus penyakit baru kembali mengancam, karena kini sudah muncul virus baru yang disebut flu tomat.

Flu tomat ini terdeteksi pada 82 anak-anak di India, flu tomat pertama kali terdeteksi di distrik Kollam wilayah Kerala, India Selatan, sebelum menyebar ke seluruh wilayah. Sekarang diketahui tiga dari 28 negara bagian India sudah terdampak, dari Mei hingga Juli 2022, sebagaimana dilapor The Sun.

Virus ini sendiri menyebabkan ruam merah, lesi melepuh, dan gejala yang mirip dengan serangga penyebab demam lainnya. Dinamakan tomat, karena berdasarkan letusan lepuh warna merah yang menyakitkan di seluruh tubuh, secara bertahap mulai membesar hingga seukuran seperti tomat, mengutip jurnal medis The Lancet.

Merujuk pada laporan media lokal, Menteri Kesehatan India, Dr. J Radhakrishnan mengklaim infeksi tersebut merupakan varian baru dari penyakit tangan, kaki dan mulut.

Meski disebut bisa juga akan menyerang orang dewasa, kelompok anak-anak disebut jadi kelompok usia yang berisiko tinggi terkenal flu tomat. Sebagai langkah waspada, ada baiknya kita mengetahui seputar virus flu tomat. Mewarta Timesofindia, Jumat (19/8/2022) berikut ulasan singkatnya di bawah ini.

1. Gejala: Ruam kemerahan dan iritasi kulit jadi yang paling terlihat. Anak-anak yang terinfeksi penyakit ini mengalami kelelahan, nyeri sendi, demam tinggi dan nyeri tubuh. Perubahan warna pada tangan, lutut, bahkan hingga bagian bokong juga masuk jadi beberapa gejala lain. Sebagian anak yang terinfeksi flu tomat, juga bisa mengalami kram perut, mual, muntah atau diare atau batuk, bersin dan pilek.

2. Penyebab: Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti penyakit flu tomat masih belum diketahui.

3. Pencegahan : Jika anak sudah mulai menunjukkan gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, orang tua harus bertindak cepat dengan membawa anak periksa ke dokter. Pastikan anak tidak mengalami hidrasi, cukupi asupan cairannya dengan banyak minum air mineral.

4. Jangan digaruk: Lepuhan atau ruam kemerahan yang muncul, tidak boleh digaruk. Pastikan dan kebersihan diri anak harus dijaga maksimal.

 BACA JUGA:Warning! Muncul Flu Tomat yang Sudah Menginfeksi 82 Anak di India

BACA JUGA:Viral Pria Mengklaim Kena Flu Singapura, Sempat Koma hingga Bibir Menghitam

1
2