Share

Kemenkes Dorong Perkuat Sistem Kesehatan di Negara Berkembang

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 22:32 WIB
$detail['images_title']
Memperkuat sistem kesehatan (Foto: Jagwire)

PERKEMBANGAN sistem kesehatan menjadi salah satu topik pembahasan di pertemuan G20. Kementerian Kesehatan mendorong adanya perkuatan dalam sistem kesehatan di negara berkembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara G20 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Di mana ada isu prioritas ketiga dalam pertemuan Ketiga G20 Health Working Group (HWG) nanti, yakni pentingnya diversifikasi geografis pusat riset dan manufaktur vaksin, Obat-obatan, dan Alat Diagnostik (VTD).

 perkuat sistem kesehatan

“Pertemuan HWG ketiga ini akan menjadi forum strategis untuk memperkuat sistem kesehatan global guna menghadapi pandemi berikutnya. Setiap negara, terlepas dari status ekonomi dan geografisnya, harus memiliki akses dan kapasitas yang sama untuk mengembangkan vaksin, terapi, dan alat diagnostik,” kata Siti Nadia.

Rencananya HWG ketiga akan dilaksanakan pada 22-23 Agustus 2022 di Bali dengan tema “Expanding global manufacturing and research hubs for pandemic, prevention, preparedness, and response,”. Pertemuan berlangsung secara hybrid, dan turut mengundang 19 negara anggota G20, 5 negara diundang, 5 negara perwakilan regional (Fiji, Kongo, Kamboja, Rwanda, Belize) dan 14 organisasi international.

Dengan adanya pertemuan ketiga HWG ini, diharapkan dapat menghasilkan beberapa keluaran konkrit yang dapat meningkatkan komitmen global dalam memperkuat sistem kesehatan global, diantaranya:

Membangun pusat manufaktur VTD dan pusat penelitian kolaboratif guna mendukung pengembangan dan penguatan kapasitas manufaktur VTD yang digerakkan oleh penelitian di Low Middle Income Countries (LMICs) untuk mengembangkan, meningkatkan, dan memperkuat kapasitas penelitian dan manufaktur.

Lebih lanjut, untuk berbagi mekanisme dan harmonisasi regulasi untuk memudahkan proses peningkatan kapasitas global. Guna memastikan percepatan ketersediaan VTD selama keadaan darurat kesehatan masyarakat.

 BACA JUGA:Warning! Ini Bahaya Seks Anal bagi Kesehatan Perempuan

Kemudian, mendapatkan prinsip yang disepakati tentang pembentukan kolaborasi Uji Klinis Multisenter VTD untuk mendukung Pusat Manufaktur dan Pusat Penelitian Kolaboratif. Pada antara negara-negara G20 guna upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons atas pandemi.

(DRM)