Share

Kenali Bagian Tubuh yang Sering Terkena Kanker, dari Payudara hingga Usus Besar

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 12:44 WIB
$detail['images_title']
Waspadai kanker (Foto: Clinica santa maria)

KANKER merupakan salah satu penyakit mematikan yang ditakuti banyak orang. Oleh karena itu semua orang wajib waspada terhadap penyakit kanker, termasuk memahami gejala kanker.

Dokter John S. L. A. Pieter, S. pB (K) Onk selaku Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Makassar menjelaskan, berbagai gejala kanker yang harus diwaspadai.

 mencegah kanker

Perlu diketahui, kanker merupakan jenis tumor yang mengancam. Awal mula kehadiran kanker dalam diri dapat dikenali dengan adanya gejala yang muncul seperti benjolan tidak normal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh itu sendiri. Istilah ini kerap kali disebut juga sebagai tumor.

"Tumor dibagi menjadi dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor dapat dikatakan jinak apabila tumbuh lambat, tidak berakar, bagian benjolan mudah digerakkan, tidak sakit, kenyal atau padat berkonsistensi dan permukaan rata dengan batas yang jelas." Kata dr. John Pieter.

Sebaliknya, tumor dapat dikatakan ganas jika tumbuh cepat, berakar sehingga sulit digerakan, konsistensi padat dan keras, dapat menyebar, hingga berpotensi mengakibatkan kematian.

Ia menjelaskan, pada umumnya bagian tubuh yang sering terkena kanker antara lain, leher rahim, payudara, paru, hati, darah, kulit, hidung, dan usus besar. Salah satunya yang perlu diwaspadai adalah kanker pada payudara.

Kanker payudara menjadi 'momok' yang sering terjadi pada wanita. Penyakit ini jarang menimpa pria. Bila ada perubahan bentuk atau ada rasa sakit pada bagian sekitar, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

 BACA JUGA:5 Tipe Orang yang Berisiko Alami Kanker Serviks, Anda Termasuk?

Deteksi dini penting dilakukan. Tak hanya berpatokan pada kanker payudara saja, melainkan jenis kanker lainnya yang berpotensi timbul dalam tubuh.

"Diagnosis kanker dapat berupa tindakan anamnesis, pemeriksaan fisis, mammografi, dan USG. Secara lebih lanjut, terapi pengobatan penyakit ini meliputi, tindakan operasi, penyinaran, kemoterapi, hormonal terapi, dan immuno terapi," tambah dr. John Pieter.

Pada stadium dini (kuratif), tindakan pengobatan dapat dilakukan melalui BCT, MRM dengan adjuvant kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi. Sedangkan pada stadium lanjut (paliatif), tindakan pengobatan yang utama adalah hormonal terapi dengan tambahan radioterapi atau kemoterapi, serta operasi.

"Pentingya deteksi dini karena prognosis untuk kemungkinan hidup berkisar 5 tahun. Stadium 1 berkisar 90-95%, stadium 2 berkisar 70-75%, dan stadium 3 & 4 berkisar 10-25%," terang dr. John Pieter.

1
2