Share

Warning! Muncul Flu Tomat yang Sudah Menginfeksi 82 Anak di India

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 11:47 WIB
$detail['images_title']
ruam merah, (Foto: Shutterstock)

BELUM selesai virus Langya, muncul lagi penyakit baru yang disebut sebagai flu tomat. Flu tomat tersebut, sejauh ini menyerang ke anak-anak.

Sebagaimana dilapor The Sun, Jumat (19/8/2022) flu tomat ini terdeteksi pada 82 anak-anak di India, virus ini menyebabkan ruam merah, lesi melepuh, dan gejala yang mirip dengan serangga penyebab demam lainnya.

“Flu tomat ini namanya karena berdasarkan letusan lepuh warna merah yang menyakitkan di seluruh tubuh, secara bertahap mulai membesar hingga seukuran seperti tomat,” ungkap laporan dalam jurnal medis The Lancet

Merujuk pada laporan media lokal, Menteri Kesehatan India, Dr. J Radhakrishnan mengklaim infeksi tersebut merupakan varian baru dari penyakit tangan, kaki dan mulut.

Sejauh ini, otoritas kesehatan setempat telah melaporkan 82 kasus antara periode Mei dan Juli 2022. Dalam laporan ini, diketahui semua pasien adalah anak-anak yang berusia di bawah lima tahun.

Disebutkan dalam jurnal kalau anak-anak memang masih berisiko lebih tinggi terkena flu tomat. Sebab infeksi virus umum terjadi pada kelompok usia ini dan penyebarannya kemungkinan melalui kontak dekat.

“Anak kecil juga rentan terhadap infeksi ini, melalui penggunaan popok, menyentuh permukaan yang tidak bersih, serta memasukkan barang langsung ke mulut,” terang jurnal medis tersebut.

Dijelaskan masih dalam jurnal medis The Lancet yang sama, dokter menyebutkan virus flu tomat ini sangat menular dan ditakutkan bisa akan menular ke orang dewasa juga.

“Mengingat kesamaan dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut, jika wabah flu tomat pada anak-anak tidak dikendalikan dan dicegah, penularan bisa menyebabkan konsekuensi serius dengan menyebar pada orang dewasa juga,” jelas dokter dalam jurnal The Lancet.

Bukan hanya lesinya yang menyakitkan, ruam-rumah kemerahan yang muncul gara-gara flu tomat ini juga menyebabkan iritasi kulit.

 BACA JUGA:Kemenkes Bocorkan Perkembangan Vaksin Covid-19 mRNA Buatan Lokal, Sudah Hampir Selesai?

BACA JUGA:CDC Ubah Panduan Isolasi Covid-19, Kemenkes Tegaskan Isoman Masih Diperlukan Saat Positif Terinfeksi

Dokter menjelaskan, ketka terserang virus ini sebetulnya sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala yang timbul mulai dari kelelahan, mual, muntah, diare, demam, dehidrasi, sendi membengkak, nyeri tubuh, dan gejala-gejala mirip sakit influenza.

Disebutkan lebih lanjut, sejauh ini para peneliti masih terus mencoba menemukan faktor atau hal-hal apa saja yang bisa memicu gejalanya timbul. Pada sisi lain, sejauh ini belum ada bukti yang memperlihatkan kalau infeksi virus flu tomat tersebut menyebabkan penyakitnya serius atau sampai mengancam keselamatan jiwa.

Anak-anak yang terinfeksi pun, disebutkan telah diobati dengan pengobatan biasa yakni dengan mengonsumsi parasetamol, istirahat, dan banyak diberikan cairan.

Meski demikian, para ahli mengatakan anak-anak yang terinfeksi flu tomat harus diisolasi hingga tujuh hari sejak mengalamio gejala. Hal ini bertujuan agar bisa menghentikan penyebaran virus lebih lanjut.

Sebagai informasi, flu tomat pertama kali terdeteksi di distrik Kollam di Kerala, India Selatan, sebelum menyebar ke seluruh wilayah. Kini diketahui tiga dari 28 negara bagian India telah terdampak.

1
3