Share

Apa Benar Perubahan Cuaca Picu Kanker Kulit?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 21:05 WIB
$detail['images_title']
Perubahan cuaca jadi lebih panas (Foto: istock)

PERUBAHAN cuaca atau iklim bisa terjadi di manapun, termasuk Indonesia. Suhu yang panas, menurut Ahli Iklim Prof Dann bisa menyebabkan kanker kulit.

"Ini menyebabkan lebih banyak paparan sinar matahari sepanjang tahun, dan terpenting lebih banyak paparan bagian UV dari sinar matahari itu. Yang merupakan faktor risiko terjadinya kanker kulit," kata Profesor ilmu iklim Dann Mitchell dari University of Bristol, dikutip dari Okezone.

 perubahan cuaca

Sementara menurut ahli kesehatan Dr Fajri, yang mana bisa saja terjadi karena berdasarkan penelitian. Namun untuk memastikan apakah bisa memicu kanker kulit, masih membutuhkan data lebih lanjut.

Apalagi melihat perubahan cuaca yang berubah bisa semakin panas dan lapisan ozon semakin menipis, memungkinkan bisa berdampak kepada kesehatan.

 BACA JUGA:Pria Lebih Mungkin Meninggal karena Kanker Kulit daripada Wanita, Kenapa?

"Tapi paper ini panas yang lebih tinggi bisa menyebabkan polusi yang lebih berat, secara umum bisa mengangguk kesehatan, risiko kanker lebih tinggi," kata Dr Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan kepada MNC Portal, Selasa (16/8/2022)

"Untuk kepastiannya memerlukan waktu dan untuk pembuktian ya segala sesuatu perlu pembuktian masih butuh data lebih lanjut. Betul climed change, kenaikan suhu secara global secara langsung bisa menyebabkan kenaikan kanker itu kita butuh penelitian lebih lanjut," jelasnya

Melihat penenelitian tersebut, Dr Fajri menjelaskan hal yang perlu diperhatikan yaitu melakukan pencegahan. Bagaimana memahami cara mencegah kanker kulit, seperti memakai sun block untuk menambah perlindungan dari sinar matahari atau UV.

"Seharusnya kita juga harus mencegah kanker itu sendiri, bahwa paparan sinar matahari, kita harus kurangi paparan matahari tersebut dengan cara menghindari matahari," imbuhnya

1
2