Share

Alami Penurunan Kelahiran Drastis, Apakah Perempuan China Malas Punya Anak?

Vivin Lizetha, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 20:07 WIB
$detail['images_title']
Child free malas punya anak (The guardian)

CHINA dilaporkan mengalami penurunan kelahiran drastis, dan akan mencapai titik terparahnya pada awal tahun depan. Menurut pakar PBB yang dikutip dari Reuters, China mengalami penurunan kelahiran lebih dari tiga kali lipat dari tahun 2019.

Bahkan India diperkirakan akan segera menggantikan China sebagai negara terpadat di dunia.

India siap gantikan China 

Dari hasil survei yang dilakukan think-tank YuWa Population Research, ditemukan fakta bahwa banyak perempuan di China yang tidak ingin memiliki anak.

Lalu apa penyebab perempuan di China malas punya anak?

Mereka trauma dengan pandemi Covid-19. Selain itu biaya pendidikan sangat mahal, dan kecilnya upah di China menjadi alasan mereka malas mempunyai anak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pandemi dan ketidakpastian ekonomi secara historis membebani tingkat kelahiran di seluruh dunia. China secara resmi mengakui bahwa negara itu berada di ambang penurunan demografis.

Tingkat kesuburannya hanya 1,16 pada tahun 2021, berada di bawah standar Organisation for Economic Co- Operation and Development yang seharusnya 2,1 untuk populasi yang stabil. China bahkan termasuk negara dengan kelahiran terendah di dunia.

Untuk mengatasi defisit kelahiran tersebut, pemerintah China mulai merancang kebijakan yang mendorong naiknya kurva kelahiran. Langkah-langkah dukungan mulai dari perpajakan, asuransi hingga pendidikan dan perumahan akan ditingkatkan dan diterapkan.

 BACA JUGA:Berjuang Hadapi Depresi, Mima Shafa Berharap Anak Bisa Lebih Terbuka ke Orang Tua

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan layanan perawatan bayi dan tempat kerja yang ramah keluarga. Hal ini sesuai dengan pedoman yang diterbitkan di situs web otoritas pemerintah China.

(DRM)

1
1