Share

Kemenkes Bocorkan Perkembangan Vaksin Covid-19 mRNA Buatan Lokal, Sudah Hampir Selesai?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 (Foto: Freepik)

AWAL 2022 publik dibuat kagum bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjuk Indonesia sebagai salah satu 'rumah' untuk pengembangan vaksin Covid-19 mRNA.

Kabar ini tentu membanggakan, artinya Indonesia akan punya vaksin mRNA buatan lokal. Namun menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana perkembangan terbaru soal ini? Apakah vaksin sudah berhasil dibuat dan siap diedarkan ke masyarakat dalam waktu dekat?

Juru Bicara G20 untuk Bidang Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa benar Indonesia mengembangkan vaksin mRNA sesuai dengan arahan WHO. Sejauh ini, proses pengerjaan masih dalam pengembangan.

"Kami masih terus kembangkan. Proses riset dan transfer teknologi pun masih berlangsung, baik di Bio Farma maupun pusat riset lainnya," terang dr. Nadia dalam konferensi pers virtual, baru-baru ini.

Dengan adanya upaya mengembangkan vaksin mRNA di Indonesia, kata Siti Nadia, hal ini bisa memperkuat produksi vaksin di dalam negeri, yang mana tentunya bisa mempermudah akses Indonesia menjangkau vaksin Covid-19.

 BACA JUGA: Ivan Gunawan Kecewa, Bikin Acara Vaksinasi Tapi Tak Disorot Media

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Indonesia 5 Besar Negara dengan Vaksinasi Covid-19 Terbanyak di Dunia

"Kami cukup bersyukur sekali bahwa saat pandemi kemarin akses vaksin Covid-19 berjalan lancar. Tapi, kami belum tahu apakah di masa depan aksesnya akan mudah lagi atau tidak," aku dr. Nadia

"Makanya, penting untuk satu negara bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri, sehingga tidak ketergantungan pada negara penghasil vaksin," tambahnya.

Lagipula, dengan memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin, dalam hal ini mRNA, artinya dari sisi keberlangsungan dan akses mendapatkan vaksin bakal terjamin.

Sementara itu, jika dihubungan dengan situasi global, Indonesia bisa memiliki peran sebagai penyedia vaksin Covid-19 untuk negara lain. Kolaborasi semacam ini, dikatakan dr. Nadia, sangat dibutuhkan.

"Jika sudah bisa memproduksi vaksin mRNA, Indonesia bisa berkontraksi pada global untuk memberikan dukungan atau bantuan vaksin ke negara yang membutuhkan. Ini tentu memperluas akses vaksin bagi negara-negara yang sulit mendapat akses," pungkasnya.

1
2