Share

8 Kali Oplas Lucinta Luna Siap Operasi Potong Telinga, Kenali Bahaya Sindrom Dismorfik!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 09:17 WIB
$detail['images_title']
Lucinta Luna operasi plastik (Foto: Inst)

MESKI sudah melakukan operasi plastik sebanyak 8 kali, namun Lucinta Luna masih belum puas dengan bentuk tubuhnya. Ia masih mau melakukan operasi plastik selanjutnya.

"Nanti kalau wajah Ratu sudah kempes total, baru Ratu akan operasi kali. Kali ini operasi potong telinga," tulis Lucinta dalam Instagram-nya.

Lucinta Luna sebelumnya sudah melakukan operasi pita suara, operasi jakun, operasi rahang, operasi hidung. Namun hal itu tak membuatnya berhenti operasi plastik.

 Lucinta Luna

Perlu diketahui, menjalani operasi plastik bisa memberikan dampak tersendiri. Bahayanya lagi, si pelaku bisa mengalami sindrom dismorfik.

Seksolog Zoya Amirin menjelaskan, sindrom dismorfik atau body dysmorphic disorder merupakan penyakit mental kronis di mana seseorang kurang puas dengan kondisi tubuh yang dimiliki, sehingga melakukan perubahan tanpa berhenti lewat operasi plastik.

Penyakit ini, kata dia, terjadi pada orang-orang yang memiliki kekhawatiran yang berlebihan soal penampilannya, terutama kecantikan.

Padahal, mereka memiliki tubuh sempurna, namun masih kurang puas dan tidak merasa menarik.

Zoya memperingatkan seseorang yang melakukan bedah estetik besar agar tidak terjerumus pada sindrom dismorfik.

Gejalanya dapat dilihat dengan seksama, seperti depresi, fobia social, dan gangguan jiwa.

 BACA JUGA:Apa Benar Pasca-Operasi Tulang Ekor Seperti Lucinta Luna Bikin Seks Lebih Menyakitkan?

Pasalnya, menurutnya, operasi plastik mampu membuat seseorang ketagihan dan terkadang merasa kurang puas dengan hasilnya, sehingga membuat mereka terus- menerus melakukan perubahan pada penampilannya.

“Orang yang melakukan bedah plastik jangan sampai terkenal sindrom Michael Jackson, yaitu dismorfik yang merasa kurang puas hingga melakukan pembedahan total, kemudian tidak puas dengan hasilnya. Akhirnya, terlihat sangat aneh dan bukan menjadi dirinya sendiri,” jelasnya.

Lebih dalam, Zoya mengatakan, perlu adanya pendamping sebelum dan sesudah melakukan operasi plastik. Agar mereka mendapat masukan positif perihal kondisi terbaru.

Kemudian, katanya, mentalnya pun siap menghadapi komentar apa pun soal penampilan yang dimilikinya. Karena banyak orang yang melakukan operasi plastik hanya untuk mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang lain.

“Makanya pendamping itu perlu, keluarga, atau teman. Untuk memberikan input positif setelah dia melakukan operasi, bahwasannya dia terlihat lebih cantik dan berbeda. Hal ini untuk mencegah terjadinya sindrom dismorfik,” tutupnya.

1
2