Share

Menkes Budi Pastikan Anggaran Kesehatan 2023 Fokus untuk Upaya Preventif

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2022 18:54 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: tangkapan layar)

Dengan meningkatkan upaya melakukan transformasi sistem kesehatan, yang salah satunya adalah berfokus pada tindakan preventif, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat sekaligus menjamin pusat pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Dana anggaran kesehatan 2023 sebesar Rp169,8 triliun itu sendiri terdiri dari belanja K/L Rp104,8 triliun, belanja non K/L Rp15,9 triliun, dan TKD sebanyak Rp49,1 triliun.

Menkes Budi merinci besaran anggaran kesehatan yang bakal dipakai untuk menyukseskan program transformasi sistem kesehatan. Pada transformasi layanan primer, akan dipakai Rp6,06 triliun, lalu untuk transformasi layanan rujukan Rp18,15 triliun, sedangkan untuk aspek transformasi sistem ketahanan kesehatan sebesar Rp1,48 triliun.

Kemudian, transformasi sistem pembiayaan kesehatan Rp49 triliun, transformasi SDM kesehatan dianggarkan mencapai Rp4,18 triliun, dan transformasi teknologi kesehatan sebesar Rp540 miliar.

Selain itu, ada dana untuk kegiatan rutin yang melibatkan belanja pegawai, belanja operasional perkantoran, dan belanja tupoksi non transformasi yang totalnya Rp9,04 triliun.

Lebih jelasnya, berikut tujuh aspek kebijakan anggaran kesehatan 2023:

1. Penguatan layanan kesehatan primer, terutama dalam upaya promotif dan preventif.

2. Peningkatan layanan kesehatan sekunder, terutama rumah sakit rujukan dan laboratorium.

3. Percepatan ketersediaan, kualitas, dan distribusi tenaga kesehatan.

4. Peningkatan ketahanan kesehatan, terutama melalui peningkatan ketersediaan, kemandirian, dan mutu farmasi dan alat kesehatan, serta penguatan sistem kegawatdaruratan.

5. Peningkatan mutu layanan dan sustainabilitas program JKN.

6. Penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi kesehatan.

7. Percepatan penurunan prevalensi stunting melalui peningkatan kualitas dan cakupan intervensi spesifik.

Dengan anggaran sistem kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya pencegahan daripada mengobati, diharapkan masyarakat Indonesia bisa hidup sehat dari generasi ke generasi dalam jangka panjang.

"Dana untuk anggaran kesehatan perlu dijaga dengan baik, supaya menjamin masyarakat Indonesia, dari anak hingga cucu, bahkan cucu dari cucu kita semua bisa hidup lebih sehat dengan ditingkatkannya upaya preventif," tandas Menkes Budi.

 BACA JUGA: Menkes Ingatkan Orangtua untuk Imunisasi Lengkap Anak-anaknya!

BACA JUGA:Kemenkes Luncurkan BGSi, Apa Itu?

(rpa)