Share

Kurangi Risiko TBC pada Anak, Dokter Reisa: Ada Vaksin BCG

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
dr. Reisa Broto Asmoro, (Foto: BNPB)

PENYAKIT tuberkulosis atau TBC di Indonesia, memang sudah tak asing lagi. Tidak hanya bisa menyerang orang dewasa, TBC nyatanya juga mampu mengancam kesehatan anak-anak.

Maka dari itu, sejatinya para orang tua wajib melakukan berbagai pencegahan maksimal untuk melindungi anak dari ancaman penyakit TBC. Salah satunya, bisa dengan vaksinasi yakni vaksin BCG.

Vaksin yang bernama BCG dikhususkan untuk perlindungan dari penyakit TBC. Menurut ahli kesehatan, dr. Reisa Broto Asmoro, anak yang tidak divaksinasi lebih berisiko terhadap TBC.

"Vaksin untuk TB itu ada BCG, terlebih pada anak yang belum divaksinasi atau imunisasi BCG berisiko. Kemudian juga hati-hati pada anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh," kata dr. Reisa dalam acara Siaran Sehat, dikutip dari kanal YouTube RRI Net Official, Rabu (17/8/2022).

Dokter yang juga merupakan, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru ini menambahkan, anak-anak pada nyatanya masuk dalam salah satu kelompok berisiko paling tinggi terhadap penyakit TBC, bersama orang-orang yang kekurangan gizi atau gizi buruk, orang terinfeksi virus HIV, orang dengan diabetes dan orang yang memiliki kontak erat pada pasien atau orang mengidap TBC.

"Misalnya kalau usia masih kecil, karena balita kan berisiko sakit TBC lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kemudian pada anak yang lain gizi buruk atau mengalami sakit parah seperti HIV atau diabetes, juga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB lainnya," jelasnya.

Sebagai informasi, batuk Covid-19 dengan batuk TBC memang hampir mirip. Maka dibutuhkan melakukan testing Covid-19 untuk memastikan apa bedanya dari TBC.

"Selain dengan cara diagnosis, juga harus bisa dilakukan dengan swab PCR supaya bisa mengeliminasi apakah Covid-19 atau tidak,” tandas dr. Reisa

1
2