Share

Sering Melakukan Hubungan Seksual Berisiko, Awas 3 Bakteri Ini Mengintaimu!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 01:45 WIB
$detail['images_title']
Hubungan seksual berisiko (Foto: express)

BANYAK orang yang sering melakukan hubungan seksual berisiko tinggi seringkali tidak sadar Penyakit menular seksual (PMS) mengintainya. Apalagi pelaku suka berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

PMS ini pada umumnya ditularkan melalui hubungan seksual tidak aman. Penyebaran dapat terjadi melalui sperma, darah, cairan vagina dan cairan tubuh yang lainnya.

Penyakit menular seksual disebabkan oleh agen penyebab penyakit seperti bakteri. Nah, berikut ini bakteri penyebab penyakit kelamin. Apa saja?

 hubungan seksual berisiko

1. Chlamydia Trachomatis

Bakteri Chlamydia Trachomatis menjadi penyebab penyakit kelamin yang terjadi pada pria dan wanita bernama klamidia. Orang yang terinfeksi penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti terbakar pada bagian kelaminnya ketika hendak buang air kecil serta keluarnya cairan hijau atau kuning pada alat vital pria. Sedangkan pada wanita akan merasakan nyeri pada perut secara berlebihan dan keputihan. 

Bakteri Chlamydia Trachomatis tidak hanya menyerang kelamin tertapi juga anggota tubuh lainnya seperti tenggorokan, anus dan mata. Penyakit ini bisa disebabkan karena berhubungan intim lebih dari satu pasangan, berhubungan seksual sebelum berusia 18 tahun dan menggunakan alat yang tidak bersih saat berhubungan intim.

2. Neisseria gonorrhoeae

Masyarakat mungkin sudah tidak asing dengan penyakit gonore atau penyakit kencing nanah yang terjadi pada pria dan wanita. Penyakit gonore sendiri disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae yang bisa menular melalui hubungan seksual baik melalui vaginal, oral atau anal.

Seseorang mengidap penyakit gonore bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkannya seperti keputihan berlebihan pada wanita, alat kelamin mengeluarkan cairan kuning atau kehijauan, vagina mengalami pendarahan dan terasa sensasi terbakar saat buang air kecil.

Kendati demikian gejala tersebut tidak akan langsung muncul pada awal terinfeksi, Infeksi akan terjadi setelah 2 sampai 30 hari setelah terpapar. Untuk membuktikan seseorang terinfeksi bakteri neisseria gonorrhoeae harus melalui tes urin, tes darah dan bagi wanita bisa menggunakan alat tes gonore dan bisa melakukannya di rumah.

 BACA JUGA:Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin: Cacar Monyet Bukan Penyakit Seksual

3. Treponema pallidum

Treponema pallidum merupakan penyakit penyebab penyakit sifilis yang dapat menular kepada orang lain. Bakteri penyebab penyakit sifilis bisa masuk ke dalam tubuh melalui alat kelamin, mulut dan anus. Selain dari melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan, resiko dari penggunaan jarum suntik tidak steril juga menyebabkan penyakit sifilis.

Gejala penyakit syphilis terbagi menjadi lima tahap yaitu sifilis primer, skunder, alten, tersier dan sifilis kongenital. Awalnya gejala yang ditimbulkan dari bakteri treponema pallidum tidak terlalu serius. Namun seiring bertambahnya waktu akan menyerang sistem tubuh.

(DRM)