Share

Studi: Perempuan yang Diet Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang Pinggul

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 10:34 WIB
$detail['images_title']
Diet Vegetarian (Foto: Shutterstock)

SEBUAH penelitian menemukan wanita yang menjalani diet vegetarian 33 persen lebih berisiko tinggi mengalami patah tulang, dibandingkan mereka yang makan daging. Ini bisa jadi karena mereka memiliki asupan nutrisi yang lebih rendah yang terkait dengan kesehatan tulang dan otot.

Sebuah tim dari Universitas Leeds telah menyelidiki risiko patah tulang pinggul pada pemakan daging sesekali, pescatarian atau mereka yang makan ikan (bukan daging) dan vegetarian dengan pemakan daging biasa. Setelah sekitar 20 tahun, para peneliti mencatat 822 kasus patah tulang pinggul di antara para wanita, sekitar tiga persen dari mereka yang terlibat dalam penelitian ini.

Diet Vegetarian

Analisis yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine menemukan, setelah disesuaikan dengan faktor-faktor seperti merokok dan usia, vegetarian adalah satu-satunya kelompok diet dengan peningkatan risiko patah tulang pinggul. Tim juga menemukan rata-rata BMI di antara vegetarian sedikit lebih rendah daripada rata-rata di antara pemakan daging biasa.

"Studi kami menyoroti potensi kekhawatiran mengenai risiko patah tulang pinggul pada wanita yang memiliki diet vegetarian," kata James Webster dari University of Leeds Inggris, dikutip dari Daily Mail, Minggu (14/8/2022).

BACA JUGA : 5 Makanan Penting untuk Pelaku Diet Vegetarian, Bikin Tubuh Tetap Bugar

BACA JUGA : Ini Dia 4 Menu Diet Vegetarian yang Tinggi Protein

Namun, kata James, itu tidak memperingatkan orang untuk meninggalkan diet vegetarian. Seperti halnya diet apa pun, penting untuk memahami keadaan pribadi dan nutrisi apa yang dibutuhkan untuk gaya hidup sehat yang seimbang.

Diet vegetarian dapat sangat bervariasi dari orang ke orang dan bisa sehat atau tidak sehat, sama seperti diet yang memasukkan produk hewani. Namun, yang mengkhawatirkan, bagi James, diet vegetarian seringkali memiliki asupan nutrisi yang lebih rendah yang terkait dengan kesehatan tulang dan otot.

Karena, jenis zat gizi ini umumnya lebih banyak terdapat pada daging dan produk hewani lainnya dibandingkan pada tumbuhan, seperti protein, kalsium, dan zat gizi mikro lainnya.

"Asupan nutrisi yang rendah dapat menyebabkan kepadatan mineral tulang dan massa otot yang lebih rendah, yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap risiko patah tulang pinggul," ucap James.

Belakangan diet vegetarian memang populer, dengan survei tahun 2021 menempatkan ukuran populasi vegetarian Inggris setinggi 7 persen. Ini sering dianggap sebagai pilihan diet yang lebih sehat, dengan bukti sebelumnya menunjukkan bahwa itu dapat mengurangi risiko beberapa penyakit kronis termasuk diabetes, penyakit jantung dan kanker dibandingkan dengan orang yang juga makan daging. Namun itu juga telah dikaitkan dengan efek negatif seperti kesehatan tulang yang buruk.

1
2