Share

Gatal-gatal di Tangan dan Kaki Selama Hamil, Wanita Ini Ternyata Idap Kolestatik Intrahepatik yang Berisiko Lahir Mati

Astri Lawrensia, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
gatal-gatal selama hamil, (Foto: Freepik)

SELAMA masa kehamilan, lumrah wanita yang mengandung seringkali mengalami keluhan seputar kondisi fisiknya.

Mulai dari tangan dan kaki bengkak, perut kram, sakit punggung, mudah lelah dan lain sebagainya yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal tersebut normal terjadi bukan?

Namun hati-hati, perlu diwaspadai saat ibu hamil mengalami gatal pada akhir kehamilan karena bisa jadi hal tersebut berdampak pada risiko lahir mati seperti yang dialami wanita Bernama Rhiannon Giles satu ini.

Awalnya, layaknya ibu hamil pada umumnya, Rhiannon mengalami keluhan familiar seperti mual dan perut mulas.

“Saya mengalami mual dan mulas trimester pertama secara konstan, dan semuanya pasang surut di trimester kedua,” ujar Rhiannon.

‘Pada akhir trimester ketiga saya rasanya mudah marah, sakit, dan kelelahan. Ya itu hal biasa,” imbuhnya,

Namun, menjelang akhir kehamilannya, tiba-tiba Rhiannon merasakan gatal di bagian tubuhnya yang membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman

“Suatu malam, sekitar di usia 38 minggu kehamilan, tanpa sadar saya menggaruk titik gatal di bagian bawah kaki saya. Rasanya itu gatal terus, tapi saya tidak terlalu memikirkannya. Namun rasa gatal menyebar ke kaki dan telapak tangan,” aku Rhiannon lagi.

Rasa gatal yang dialami Rhiannon, disebutkan kemudian berkelanjutan dan menyebar ke seluruh bagian kaki dan tangannya. Anehnya rasa gatal yang dialaminya tidak bisa hilang meskipun sudah digaruk terus menerus.

Kemudian perempuan satu ini mencoba menggunakan obat - obatan hingga krim untuk membantu mengurangi rasa gatal yang dialaminya, tapi sayangnya semua sia-sia karena hasilnya tetap nihil.

“Rasa gatal ini membuat saya ingin mengamputasi bagian tubuh saya. Saya mencoba antihistamin oral dan berbagai krim, lalu juga coba dihilangkan dengan menggaruk. Tidak ada hasilnya sama sekali, walau obat antihistamin membantu saya untuk bisa tidur, “ curhatnya.

Selain rasa gatal yang terus-menerus tidak hilang, Rhiannon diketahui juga mengalami gejala lain yakni warna urinya berwarna gelap pucat.

Tak tahan dengan rasa gatal yang ia alami, Rhiannon kemudian memeriksakan diri ke dokter. Setelah diperiksa, ia ternyata mengidap Kolestatik Intrahepatik atau lebih dikenal sebagai kolestasis kehamilan atau ICP, jenis gatal yang tidak berhenti pada ibu hamil.

Mengutip Insider, Minggu (14/8/2022) dokter menjelaskan, meskipun umumnya tidak dikaitkan dengan peningkatan kematian ibu, kolestasis kehamilan (ICP) bisa meningkatkan risiko lahir mati pada bayi.

Mengidap kolestasis kehamilan, Rhiannon kemudian dirawat di rumah sakit hingga jelang waktu melahirkan.

“Kami menjadwalkan induksi rumah sakit, saya punya kesempatan untuk mencoba berbagai trik pemicu persalinan di rumah. Saya menjadwalkan akupunktur, melakukan pembersihan serviks setiap hari, dan minum minyak jarak dengan resep dokter,” jelasnya.

Usaha kerasnya ini pun membuahkan hasil, sebab Rhiannon akhirnya bisa berhasil melahirkan seorang bayi perempuan sehat dengan cara persalinan di rumah dengan bantuan bidan.

1
2