Share

Waspadai Penyakit Parkinson, Bisa Menular

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 18:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Penyakit Parkinson(Foto: Healthxchange)

PARKINSON termasuk salah satu gangguan progresif yang mempengaruhi sistem saraf dan bagian tubuh yang dikendalikan oleh saraf.Melansir dari NHS, Parkinson disebabkan oleh hilangnya sel-sel saraf pada bagian otak yang disebut substantia nigra.

Sel saraf di bagian otak ini bertanggung jawab untuk memproduksi bahan kimia yang disebut dengan dopamin. Dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara bagian-bagian otak dan sistem saraf yang mengendalikan pergerakan tubuh.

penyakit parkinson

Apabila sel saraf ini rusak atau menjadi mati, maka jumlah dopamin dalam otak bakal berkurang. Artinya bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan tidak dapat berfungsi dengan normal sehingga menyebabkan gerak menjadi lambat. Penyakit Parkinson baru mulai berkembang ketika 80 persen sel-sel saraf di substantia menghilang.

Perubahan genetic dan faktor lingkungan memainkan peran akan terjadinya Parkinson. Penyakit ini dapat menular dalam keluarga sebagai akibat dari gen yang salah dan ditularkan kepada anak melalui orangtua.

Selain itu faktor lingkungan seperti pestisida dan herbisida yang digunakan dalam pertanian dan lalu lintas dapat berkontribusi terhadap penyakit ini.

Selain dua faktor sebelumnya, pengaruh obat juga dapat menyebabkan Parkinson. Beberapa jenis obat antipsikotik bisa menimbulkan parkinsonisme yang biasanya akan membaik setelah konsumsi obat tersebut dihentikan.

penyakit parkinson dan gejalanya

Kondisi otak progresif juga bisa memainkan peran terkena Parkinson. Palsi supranuklear progresif, atrofi dan degenerasi kortikobasal bisa menyebabkan Parkinson. Penyakit Serebrovaskular juga bisa berdampak pada Parkinson di mana serangkaian stroke kecil dapat menyebabkan beberapa bagian dari otak menjadi mati.

Secara umum penyakit parkinson memiliki gejala-gejala primer, seperti:

-Tremor pada saat istirahat (resting tremor)

-Lamban dalam melakukan gerakan (bradikinesia)

-Koordinasi tubuh yang terganggu

Ā -Kekakuan atau rigiditas

Ā -Keseimbangan terganggu

Sementara untuk beberapa gejala sekunder termasuk:Ā 

  • Depresi
  • DemensiaĀ 
  • KegelisahanĀ 

Terdapat beberapa sistem staging untuk penyakit Parkinson. Menurut The Parkinson's Disease Foundation, gejala yang sering terjadi terbagi menjadi 5 tahap, antara lain:

Stadium 1, dengan gejala ringan dan tidak mengganggu kualitas hidup pengidap.

Stadium 2, dengan gejala yang mulai memburuk. Ini ditandai dengan sulitnya melakukan kegiatan sehari-hari dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Stadium 3 yang dianggap sebagai penyakit Parkinson stadium menengah. pengidap mulai kehilangan keseimbangan, lebih lambat bergerak, dan mudah sekali terjatuh. Selain itu, pengidap semakin sulit dalam melakukan aktivitas ringan sehari-hari, misalnya saat berpakaian, makan, dan menyikat gigi.

Stadium 4, dengan gejala yang menjadi lebih berat. Pengidap membutuhkan bantuan ketika berjalan dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Stadium 5 adalah stadium paling lanjut dari penyakit Parkinson. Pengidap tidak dapat berjalan dan akan membutuhkan bantuan seumur hidupnya.

(RIN)

1
3