Share

Kenali 8 Penyebab Wheezing Saat Bernapas, Salah Satunya Karena Stres

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 13:40 WIB
$detail['images_title']
Penyebab Wheezing saat Bernapas (Foto: Times Of India)

KENALI 8 penyebab wheezing saat bernapas bakal diulas. Wheezing atau mengi adalah suara dengan nada tinggi seperti siulan melengking atau derak kasar yang terdengar saat bernapas.

Sebab, mengi membuat pernapasan lebih mengarah peradangan di saluran udara yang dapat menyebabkan adanya sumbatan. 

Umumnya, wheezing terjadi disebabkan oleh asma. Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan mengi ini.

Terdapat 8 penyebab wheezing saat bernapas, dikutip Singel Care:

1. Asma

Penyakit Asma

Asma adalah penyakit yang terjadi karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Itu terjadi ketika ada halangan dalam aliran udara di paru-paru. Ini membuat sulit bernapas dan menyebabkan batuk, mengi dan sesak nafas

Hampir 50 persen penderita asma merasakan gejala mengi. Jika kamu mengalami mengi di malam hari, bisa jadi sebagai pertanda asma tidak terkontrol dengan baik.

2. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan penyakit inflamasi yang menyebabkan paru-paru meradang dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi ini terjadi ketika alveoli yang berada di dasar tabung bronkial hancur dan tidak berfungsi dengan baik untuk bertukar oksigen. Kondisi ini juga menyebabkan wheezing atau mengi.

3.Pneumonia

Pnemonia

Penyakit pneumonia atau infeksi paru bisa menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan atau nanah. Infeksi ini dapat mengancam nyawa siapa pun, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia di atas 65 tahun.

4. Paru-paru berlendir

Wheezing adalah gejala umum pada orang dengan cystic fibrosis. Adapun cystic fibrosis adalah kondisi paru-paru genetik dan semakin memburuk dengan ditandai adanya lendir tebal jauh di dalam saluran udara yang menyebabkan kesulitan bernapas.

5. Gagal jantung kongestif

Gagal Jantung

Gagal jantung kongestif atau gagal jantung terjadi ketika jantung yang lemah atau rusak tidak secara efektif memompa darah ke tubuh. Kondisi ini menyebabkan darah kembali ke paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan. 

Kondisi ini juga dapat menyebabkan mengi yang disebut asma jantung. Gagal jantung umumnya mempengaruhi orang tua; sepertiga dari pasiennya yang masuk golong lansia menderita asma jantung.

6. Asam Lambung atau Gerd

Gerd

GERD juga disebut refluks asam kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena sfingter antara kerongkongan dan lambung tidak menutup rapat setelah makanan lewat. 

Asam lambung itu dapat mengiritasi tenggorokan dan bahkan terhirup ke dalam paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala pernapasan seperti penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan mengi.

7. Merokok

Bahan kimia dalam produk tembakau diketahui dapat mengiritasi paru-paru. Rokok, dapat menginfeksi saluran udara dan menyebabkan penumpukan lendir, sehingga dapat menyebabkan mengi. 

Anak kecil yang tinggal dengan perokok dan menghirup asap rokok sangat rentan terhadap masalah pernapasan. Yayasan Asma dan Alergi Amerika mencatat bahwa 40 persen anak-anak yang masuk ke ruang gawat darurat disebabkan oleh asma karena tinggal bersama perokok.

8. Stres

Stres dan asma diketahui bisa berjalan beriringan. Dalam jurnal Stress and Inflammation in Exacerbations of Asthma mengungkapkan bahwa anak-anak yang terpapar stres tingkat tinggi mengalami peningkatan gejala asma tiga kali lipat dalam minggu-minggu setelah stres. Para peneliti menduga bahwa stres dapat mengubah respons peradangan tubuh terhadap iritasi dan alergen yang sering memicu asma dan dapat mengakibatkan mengi.

Demikian  8 penyebab wheezing atau mengi saat bernapas yang wajib diketahui. (RIN)

1
3