Share

Orgasme Bisa Bantu Kehamilan 30%, Yuk Cari Tahu G-Spot Para Wanita

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 12:42 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Perempuan Orgasme. (Foto: Shutterstock)

MENCAPAI klimaks atau orgasme ketika berhubungan intim. Tapi, mencapai orgasme memang lebih mudah bagi pria dibandingkan wanita. Pasalnya, lebih dari 90 persen pria dapat ejakulasi dengan mudah setiap kali berhubungan intim, tapi hanya 10-15 persen wanita yang mendapat orgasme.

Membuat wanita orgasme saat berhubungan intim bukannya hanya dapat memuaskan mereka loh, tapi juga dapat membantu kehamilan. Dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS mengungkapkan pentingnya pria membuat wanita (pasangannya) orgasme saat berhubungan intim yakni dapat meningkatkan peluang sang wanita hamil.

"Orang-orang yang bisa membuat pasangannya orgasme biasanya angka kenaikan kehamilannya menjadi 30 persen bertambah," ujar dia di Jakarta.

Wanita Orgasme

Boyke yang juga pemerhati masalah seks dan keharmonisan rumah tangga itu mengatakan, saat wanita orgasme maka rahimnya akan berkontraksi dan menghisap sel telur lebih cepat ketimbang tidak orgasme.

"Penelitian menunjukkan 30 persen yang namanya relaksasi setelah orgasme mengakibatkan mudahnya terjadi implantasi daripada penghasil telur," kata dia.

Namun, menurut dia, tak semua wanita bisa merasakan orgasme. Penyebabnya antara lain pria tak tahu letak titik erotik wanita dan sang wanita tak memiliki pengetahuan tentang orgasme. Para pria perlu mengeksplorasi titik-titik ini yang umumnya berada di payudara dan vagina.

"Perempuan 70 persen memiliki G-Spot, sisanya 20 persen bisa dicari. Ada yang di serviks di payudara, ada yang di dinding vagina dalam," ujar Boyke seperti dilansir dari Antara.

Boyke mengatakan, disfungsi ereksi dan ejakulasi dini pada pria juga menjadi penyumbang tak bisanya wanita mencapai orgasme. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ejakulasi dini yakni masalah psikologis seperti stres, depresi, dan faktor lain yang mempengaruhi kesehatan mental dan emosional dapat memperburuk kondisi itu.

Dia menambahkan masalah seksual ditambah penampilan menyumbang sekitar 30 persen pada terjadinya gangguan keharmonisan hubungan suami istri, menurut data dari klinik pasutri (pasangan suami istri) yang dia kelola.

Sejumlah masalah kesehatan wanita, seperti kesehatan reproduksi misalnya endometriosis, PCOS (Sindrom polikistik ovarium), miom, keputihan, nyeri haid, juga berdampak pada keharmonisan pasangan suami istri. Penyebab lain gangguan keharmonisan juga 55 persen akibat masalah komunikasi.

1
2