Share

Virus Langya, Virus Baru Dari China Bikin Peneliti Ketar-ketir!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 09:43 WIB
$detail['images_title']
Virus Langya(Foto: Reuters)

VIRUS langya, virus baru dari China bikin peneliti ketar-ketir menarik untuk diulas. Dunia sedang dihebohkan dengan penemuan virus baru yang diperkirakan berasal dari hewan.

Virus yang ditemukan di China Timur ini menginveksi 35 orang. Virus Langya berasal dari famili Henipavirus. Kasus wabah baru ini diidentifikasi di dua kota di China, Shandong dan Henan.

Menurut laporan Straits Times, virus Langya ini ditemukan berkat sistem deteksi ini pada mereka yang demam dengan riwayat pajanan hewan. Virus diidentifikasi melalui pemeriksaan swab tenggorokan dari pasien yang kebanyakan adalah petani.

"Wabah ini sepenuhnya baru, karena belum pernah menginfeksi manusia sebelumnya," terang laporan kesehatan tersebut.

Virus Langya, virus baru dari China Timur bikin peneliti ketar-ketir memilikiĀ  gejala klinis seperti demam, ruam merah, batuk, anoreksia, mialgia, mual, sakit kepala, dan muntah.

Virus Langnya sekalipun tidak menyebar antar orang, tetap perlu disikapi serius. Upaya pencegahan harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus yang bisa saja malah membuatnya bermutasi dan bisa menular antarorang di kemudian hari.

Walau begitu, menurutnya, kewaspadaan masih dibutuhkan sebab ada banyak virus lain yang ada di alam liar dan memiliki efek yang tak bisa diprediksi jika menginfeksi manusia.

Sebab, virus ditemukan berasal dari 27 persen tikus yang dites. Hal ini menunjukkan bahwa mamalia pengerat itu kemungkinan menjadi ā€œreservoir alamiā€ bagi virus tersebut. Selain itu, sekitar 5 persen dari anjing dan 2 persen dari kambing juga turut dites dan hasilnya positif LayV.

Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan mengatakan bahwa pihaknya telah memonitor secara dekat perkembangan LayV.

Sebagai informasi, virusĀ  LayV ini pertama kali terdeteksi pada akhir 2018, namun secara resmi diidentifikasi oleh para ilmuwan pekan lalu. Virus baru ini dalam keluarga yang sama yang telah diidentifikasi sebelumnya, yakni virus Hendra dan virus Nipah.

Diketahui pula jika belum ada vaksin dan perawatan untuk virus yang mayoritas menyerang para petani ini. Penemuan virus ini pada manusia dilakukan dengan cara tes swab.

(RIN)

1
3