Share

Viral Kamar Kos Cewek Penuh Tumpukan Sampah hingga Jadi Sarang Kecoa, Hoarding Disorder?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
hoading disorder, (Foto: TikTok @makankentang)

VIRAL beredar di linimasa sosial media, video dari seorang netizen yang membagikan suasana kamar kos tetangganya yang kotor dan penuh sampah. Tak hanya sampah, kamar kos tersebut bahkan sampai jadi sarang kecoa!

Video itu dibagikan oleh akun TikTok @akuinezaryns. Terlihat, tumpukan sampah bekas makan hingga botol air mineral bekas berserakan di lantai kamar kos tetangganya. Lantainya pun kotor dengan serpihan tanah.

“Ini kondisi kamar tetangga kosan aku, jadi dia tuh kayak freak gitu guys, yang nempatin kamar ini perempuan. Dia itu selama ini kaya punya kebiasaan ngumpulin sampah bekas dia makan, dan lain-lain sampai segitu banyaknya,” tutur pemilik akun dalam video, dikutip Jumat (12/8/2022).

Sesekali, terlihat pula beberapa ekor kecoa berseliweran di lantai. Tak hanya di lantai saja, saat lemari baju diperiksa, kerumunan kecoa langsung keluar dari dalamnya. Sepertinya, lemari itu sudah menjadi sarang kecoa karena tak pernah dibersihkan.

“Dan lebih parahnya lagi di kamar mandinya itu ada tumpukan pembalut. Ditumpuk yang sengaja ditumpuk gitu loh guys," lanjutnya.

 

(Foto: Tangkapan layar TikTok @makankentang)

Unggahan itu langsung dibanjiri beragam reaksi netizen. Banyak netizen yang mengatakan penghuni kamar itu sebenarnya memiliki masalah psikologis.

Mengetahui hal itu, sang pemilik akun memilih menghapus video tersebut dan membuat permohonan maaf lantaran sempat menyebut sang pemilik kamar freak atau aneh.

"Terimakasih sudah mengingatkan,  mohon maaf sebelumnya karena aku enggak tau itu ternyata 'penyakit'," tulisnya dalam keterangan.

Dari video respon yang diunggah akun @makankentang diduga, pemilik kamar berserakan sampah itu mengidap Hoarding Disorder. Melansir National Health Service, Hoarding Disorder adalah kebiasaan menimbun barang-barang tidak terpakai di suatu tempat. Alasannya bisa karena menganggap barang tersebut akan berguna di kemudian hari, mengingatkan pada suatu peristiwa, atau merasa aman ketika dikelilingi barang-barang tersebut.

Adapun penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi seperti ini.

Mulai dari karena mengalami gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD), dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengajari cara memilah barang, memiliki keluarga yang menderita hoarding disorder, pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai, hingga kehilangan harta benda akibat kebakaran.

Gangguan seperti ini, disebutkan lebih lanjut ternyata sulit untuk diobati karena banyak orang yang sering menimbun tidak melihatnya sebagai masalah. Penderita hoarding disorder pun umumnya tidak akan memeriksakan diri ke dokter.

Oleh karena itu, jika keluarga atau orang terdekat menunjukkan gejala hoarding disorder, ajak mereka untuk berkonsultasi kepada dokter.

1
2