Share

Risiko Buruk Operasi Plastik, Wajib Baca!

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 16:49 WIB
$detail['images_title']
Risiko buruk oplas dialami Donatella Versace (Foto: Pinterest)

MASIH ingat dengan kejadian anak Farida Nurhan, Permesta Dhyaz, infeksi usai operasi plastik hidung? Itu adalah satu dari beberapa risiko oplas yang mungkin bisa dialami.

Dhyaz, sapaan akrabnya, diketahui mengalami infeksi cukup serius di area hidung pasca operasi plastik. Kondisi itu disadarinya saat tahu ada benjolan di hidung yang rasanya nyeri.

 Dhyaz

Nahasnya, benjolan tersebut semakin hari semakin besar. Dhyaz mengaku segera menghubungi dokter melalui telemedicine. Tapi, tidak ada perubahan signifikan, sampai akhirnya dia ke dokter bedah plastik dan didiagnosis alami infeksi implan hidung. Itu kenapa hidungnya bengkak dan rasa nyeri bertahan di sana.

Dari kejadian ini, masyarakat perlu sadari betul bahwa yang namanya operasi plastik itu tetap punya efek samping. Apa yang dialami Dhyaz bahkan hanya salah satu dari banyak efek samping lainnya.

Selain Dhyaz, terdapat juga pesohor dunia yang gagal saat melakukan operasi plastik, seperti Donattela Versace. Ia malah lebih cantik sebelum melakukan operasi plastik.

"Efek yang paling umum setelah operasi plastik adalah nyeri di area bedah dan juga terjadi pembengkakan di area bedah," ungkap Praktisi Kesehatan dr Berian Rachmanadi, saat diwawancarai MNC Portal.

 BACA JUGA:6 Artis yang Melakukan Operasi Plastik di Payudara, Siapa Saja?

Dokter Berian menjelaskan bahwa setiap tindakan pembedahan, apapun itu tidak hanya operasi plastik, pasti akan ada reaksi tubuh yang muncul. Itu wajar terjadi, tapi akan menjadi tidak wajar ika masalahnya semakin berat dan berangsur lama tanpa perbaikan.

Itu kenapa, sambungnya, penting melakukan follow up ke dokter bedah plastik untuk melihat perkembangan hasil sekaligus mengontrol kondisi kesehatan.

Ia melanjutkan, setiap tindakan bedah yang melibatkan dokter di dalamnya, akan dipastikan sudah melalui proses observasi yang benar. Artinya, dokter akan melihat beberapa indikasi yang mungkin akan terjadi dan mengantisipasinya sesuai dengan temuan.

"Dengan kata lain, dokter tidak akan melakukan tindakan yang tidak tepat sesuai dengan kondisi pasiennya. Itu juga kenapa penting yang namanya observasi sebelum tindakan," tambahnya.

Dokter Berian menyarankan sekali kepada masyarakat yang sudah berniat untuk operasi plastik agar tidak memilih tempat yang 'abal-abal'. Tindakan operasi plastik itu memerlukan ilmu kedokteran di dalamnya, jadi harus ditangani oleh dokter ahli.

"Kalau di tempat yang enggak jelas, memangnya pasien bisa tahu apa yang akan dimasukkan ke dalam tubuhnya? Beda dengan tempat yang memang profesional, tindakan akan dilakukan dengan minim efek samping sebisa mungkin," ujarnya.

"Jangan tergiur dengan harga murah. Keselamatan nyawa menjadi poin utama yang harus jadi pedoman, baik operasi plastik untuk alasan estetika, maupun mengembalikan fungsi organ tubuh yang bermasalah tersebut," tambah dr Berian.

1
2