Share

Apa Itu Epilepsi Fotosensitif dan Faktor Penyebabnya

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

FILM Pengabdi Setan 2 yang saat ini tengah laris di bioskop Indonesia sempat menjadi sorotan. Bukan hanya karena ketegangan dalam film, namun juga karena adegan kilatan cahaya atau lampu flash yang tampil di film tersebut.

Kilatan cahaya tersebut disebut-sebut berbahaya dan bisa memicu kambuhnya epilepsi fotosensitif pada penderitanya. Setelah mendapat petisi dari penonton, film garapan sutradara Joko Anwar itu pun akhirnya memasang flash warning.

Lantas, apa itu epilepsi fotosensitif? Dilansir dari laman Halodoc, Kamis (11/8/2022), epilepsi fotosensitif adalah kondisi kejang yang dipicu oleh lampu berkedip atau pola cahaya dan gelap yang kontras.

Meski jenis epilepsi ini jarang ditemukan, namun pengidap epilepsi jenis ini mungkin bisa mengenali kondisi tersebut melalui pemeriksaan EEG. Tetapi, perlu diingat, sensitif terhadap cahaya tidak selalu berarti mengidap epilepsi fotosensitif.

Efek kilat atau cahaya berpola bisa membuat orang dengan atau tanpa epilepsi mengalami disorientasi, merasa tidak nyaman, dan juga tidak sehat. Walau sekarang obat anti-epilepsi memang bisa membantu mengurangi risiko kejang. Namun, pengidap epilepsi fotosensitif tetap dianjurkan untuk menghindari paparan yang bisa memicu kejang.

Penyebab seseorang bisa mengalami epilepsi fotosintesis sendiri, antara lain karena adanya ketidakteraturan pada saraf-saraf otak, ketidakseimbangan neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi di otak), atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Nah, pada epilepsi fotosensitif, faktor genetik juga berperan.

Lantas siapa saja yang berisiko mengidap epilepsi jenis ini? Well, ternyata kelompok anak-anak dan remaja berusia 7 sampai 19 tahun lah yang merupakan kelompok yang rentan mengidap epilepsi fotosensitif.

Secara jenis kelamin, dibanding anak laki-laki, anak perempuan lebih berisiko terkena kondisi epilepsi fotosensitif. Meski memang, jika diidap oleh anak laki-laki ia cenderung mengalami lebih banyak kejang bila mengidap jenis epilepsi ini.

 BACA JUGA:Kemenkes Sebut Ada 17 Kasus Suspek Cacar Monyet di Indonesia

BACA JUGA:Cacar Monyet Bersifat Self-Limiting dan Bisa Sembuh Sendiri, Ini Faktanya

1
2