Share

Semakin Populer, Apakah Opersi Plastik Aman Dilakukan?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 21:24 WIB
$detail['images_title']
Operasi Plastik (Foto: Timesofindia)

TREN operasi plastik semakin digemari masyarakat. Tindakan pembedahan ini dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan bagian tubuh maupun meningkatkan penampilan agar terlihat lebih menarik.

Dokter spesialis bedah plastik yang berpraktik di RSUI, dr. Narottama Tunjung Hariwangsa, Sp.BP-RE atau yang akrab disapa dr. Tommy menjelaskan, operasi plastik sendiri terbagi menjadi dua, bedah rekonstruksi dan bedah estetik.

Live IG Oplas Okezone

Pada pasien yang ingin mengembalikan fungsi semula bagian tubuh tertentu, seperti perbaikan bibir sumbing ataupun perbaikan bekas luka, dapat dilakukan dengan tindakan bedah plastik rekonstruksi. Sebaliknya, pada bedah plastik estetik, tindakan tersebut akan lebih berfokus untuk pembenahan bagian tubuh yang normal menjadi lebih menarik sesuai harapan pasien.

BACA JUGA : Mengenal Operasi Plastik, Ternyata Filler dan Suntik Botoks Juga Termasuk!

Namun, apakah kedua prosedur operasi plastik ini aman dilakukan?

Jawabannya, ya. Namun, kata dr.Tommy, pastikan orang yang menangani operasi plastik Anda sudah tersertifikasi sebagai spesialis bedah dan berpengalaman demi keselamatan Anda. Dengan begitu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu mengenai keluhan yang ada, dan ahli bedah pun akan memberikan tindakan yang sesuai.

Operasi Plastik

"Operasi plastik sekarang sudah aman dengan perkembangan ilmu, cuman memang betul, kadang, ada istilahnya gagal ya. Ini harus diperhatikan kembali, prosedur bedah plastik harus dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten. Karena, masih ada dokter yang belum berkompeten atau bahkan bukan dokter yang melakukan tindakan tersebut, jadinya bukan malah hasil yang baik malah sebaliknya," ungkap dr. Tommy dalam live Instagram @okezonecom, Rabu (10/8/2022).

Meskipun operasi bedah plastik sangat aman, lanjut dr. Tommy, tindakan ini juga tidak lepas dari komplikasi atau efek samping. Hanya saja, hal ini jarang terjadi, persentasenya kecil dan umumnya dapat ditangani oleh ahlinya.

"Misalnya pada operasi ringan, terjadi bengkak, ini beberapa hari bisa hilang. Ada juga infeksi, tapi ini masih bisa ditangani. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli bedah, kemudian tanya, kira-kira efek sampingnya apa saja, apa yang terjadi jika hasilnya belum sesuai, ini semua bisa ditanya langsug sebelum prosedur dilakukan," jelas dr. Tommy.

Adapun beberapa efek samping setelah melakukan operasi plastik umumnya meliputi rasa nyeri, pendarahan dan memar, infeksi, hingga kesemutan atau mati rasa. Pada kasus tertentu, operasi plastik juga bisa gagal atau tidak memberikan efek yang diharapkan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menjalani operasi plastik, kata dr. Tommy, Anda perlu mencari informasi sebanyak mungkin dari dokter. Tanyakan juga kepada dokter mengenai tujuan operasi, peluang keberhasilannya, dan biaya operasi yang perlu dikeluarkan.

1
2