Share

Mengenal Operasi Plastik, Ternyata Filler dan Suntik Botoks Juga Termasuk!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 20:22 WIB
$detail['images_title']
Operasi Plastik (Foto: Shutterstock)

OPERASI plastik bukan berarti menggunakan plastik. Kata plastik pada istilah ini diambil dari kata dalam bahasa Yunani ‘plastikos’, yang berarti memberi bentuk atau membentuk. Begitulah kata dokter spesialis bedah plastik yang berpraktik di RSUI, dr. Narottama Tunjung Hariwangsa, Sp.BP-RE.

Dokter yang akrab disapa dr. Tommy ini mengatakan, tujuan utama operasi plastik adalah memperbaiki penampilan dan fungsi jaringan kulit yang rusak akibat berbagai sebab. Sehingga, hasilnya akan semirip mungkin dengan kondisi semula.

Live IG Oplas Okezone

"Tapi selain memperbaiki, operasi plastik juga dilakukan untuk meningkatkan. Jadi, yang tadinya sudah normal atau baik, ditingkatkan lagi demi penampilan, supaya lebih menarik, cantik," ucapnya dalam live Instagram @okezonecom, Rabu (10/8/2022).

Lebih lanjut, dr. Tommy menjelaskan, operasi plastik dibagi menjadi dua, bedah rekonstruksi dan bedah estetik. Pada pasien yang ingin mengembalikan fungsi semula bagian tubuh tertentu, seperti perbaikan bibir sumbing ataupun perbaikan bekas luka, dapat dilakukan dengan tindakan bedah plastik rekonstruksi.

Operasi Plastik

Sebaliknya, pada bedah plastik estetik, tindakan tersebut akan lebih berfokus untuk pembenahan bagian tubuh yang normal menjadi lebih menarik sesuai harapan pasien. Kedua tindakan ini tidak terbatas atau bisa dilakukan di seluruh area tubuh.

BACA JUGA : Bagaimana Sih Tren Operasi Plastik di Kalangan Artis dan Masyarakat?

BACA JUGA : 10 Selebriti yang Alami Kegagalan Dalam Operasi Plastik

Dan ternyata, botoks, filler, hingga tarik benang juga masuk ke dalam kategori bedah plastik, loh. Hanya saja, kata dr Tommy, prosedur itu termasuk dalam kategori non invasif.

"Sifat pembedahan itu bisa dilakukan invasif dan non-invasif. Non-invasif ini tidak menggunakan pisau bedah, tidak ada sayatan ataupun jahitan. Contohnya bisa filler, botoks, itu termasuk prosedur estetik dilakukan spesialis bedah plastik," ungkap dr. Tommy.

Sebelum melakukan bedah plastik, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya pada bedah plastik estetik. Dokter spesialis bedah akan menelaah keluhan pasien untuk merekomendasikan tindakan yang sesuai. Konsultasi ini dilakukan untuk sama-sama mencapai tujuan bedah plastik estetik.

Tapi yang paling penting, kata dr.Tommy, pastikan orang yang menangani operasi plastik sudah tersertifikasi sebagai spesialis bedah. Tentunya ini dilakukan agar proses pembedahan tetap aman, meminimalkan terjadinya komplikasi setelah operasi plastik.

"Masih ada dokter yang belum berkompeten atau bahkan bukan dokter yang melakukan tindakan tersebut, jadinya bukan malah hasil yang baik malah sebaliknya. Jadi yang pertama harus diperhatikan, tindakan tersebut harus dilakukan oleh dokter yang berkompeten dan ditempat yang mendukung seperti rumah sakit, klinik dan tempat yang sudah mendapat izin dan aman," tandasnya.

1
2