Share

Bukti Kaitan Asupan Gula dengan ADHD pada Anak, Ini Penjelasan Medis!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 12:38 WIB
$detail['images_title']
Konsumsi Gula Berlebih (Foto: Havard Health)

Tidak hanya itu, suatu kondisi asupan gula berlebih dinamakan dengan sugar rush. Hal ini merupakan kondisi di mana peningkatan gula terlalu drastis ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi akan kandungan gula. Kondisi sugar rush  cukup membuat orangtua khawatir. Hal ini meningkatkan energi pada anak sehingga anak lebih bersemangat dalam bermain dan menjadi lebih antusias.

Dalam jurnal tersebut, peneliti menjelaskan hipotesis yang menunjukkan peran fruktosa, komponen gula dan sirup jagung fruktosa tinggi, serta asam urat (metabolit fruktosa) dalam meningkatkan risiko gangguan perilaku ADHD. Dijelaskan pula asupan fruktosa yang berlebihan dalam gula rafinasi dan sirup jagung, kemungkinan telah berkontribusi dalam patogenesis gangguan perilaku yang berhubungan dengan obesitas dan diet ala Barat.

Oleh sebab itu, Johnson merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran gula dan asam urat, terutama dengan penghambat baru metabolisme fruktosa. Identifikasi fruktosa sebagai faktor risiko tidak meniadakan pentingnya faktor genetik, keluarga, fisik, emosional dan lingkungan yang membentuk kesehatan mental, seperti ADHD, gangguan bipolar maupun perilaku agresif lainnya.

Serta, konsumsi gula secara berlebihan, dapat berdampak negatif pada tubuh Anda dalam banyak hal, khususnya peningkatan berat badan di atas normal (obesitas).

Demikian bukti kaitan asupan gula dengan ADHD perlu diperhatikan oleh segala usia.

(RIN)

(rhs)