Share

Perbedaan Psikolog, Psikolog Klinis dan Psikiater, Baca Yuk Biar Paham!

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 19:25 WIB
$detail['images_title']
Psikolog memberikan terapi (Foto: Freepik)

SERINGKALI profesi psikolog, psikolog klinis, dan psikiater dianggap sama. Namun, meski ketiganya berkaitan dengan kesehatan mental, tetapi ada perbedaan mendasarnya.

Agar tidak lagi keliru terkait apa saja perbedaan psikolog, psikolog klinis, dan psikiater, simak ulasannya berikut ini.

Psikolog 

Perbedaan Psikolog, Psikologi Klinis dan Psikiater

Psikolog pada umumnya adalah orang yang merupakan lulusan pendidikan S1 Psikologi. Psikolog memiliki gelar doktor di bidang psikologi, studi tentang pikiran dan perilaku manusia.

 BACA JUGA:Psikolog UGM Jelaskan Bagaimana Pola Pengasuhan yang Sehat dalam Keluarga

Sementara psikolog klinis adalah sarjana psikologi yang kemudian mengambil kuliah profesi (Magister Psikologi Klinis) dan mendapat gelar psikolog klinis. Meski begitu, psikologi Klinis tidak berhak memberikan obat.

Lain lagi dengan psikiater, psikiater adalah seorang dokter yang telah mencapai gelar dokter dan melanjutkan studi spesialis, kedokteran jiwa.

Dibutuhkan waktu selama empat tahun untuk menjalani residensi yang dikhususkan dalam bidang psikaitri atau ilmu yang fokus pada kesehatan jiwa. Para psikiater biasnya memiliki gelar dr. SpKJ (dokter spesialis kedokteran jiwa).

Seorang psikiater mengetahui segala hal tentang diagnosis dan perawatan yang bisa dilakukan untuk setiap kondisi psikologis setiap pasien yang cenderung rumit, seperti gangguan bipolar dan skizofrenia.

Oleh karena itu, psikiater dapat memberikan resep obat, sementara psikolog klinis tidak demikian.

Ilmu psikologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dengan tujuan untuk memahami sifat-sifat manusia.

1
2