Share

Sudah Ada Kasus Cacar Monyet Tanpa Gejala, Ahli Epidemiologi:Ini Berbahaya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 13:54 WIB
$detail['images_title']
Virus cacar monyet, (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

BELGIA baru saja melaporkan kasus cacar monyet tanpa gejala (asimptomatik). Laporan ini menjadikan kasus cacar monyet asimptomatik pertama di dunia.

Kasus tersebut dialami oleh tiga orang pria yang mengaku, bahwa mereka tidak mengalami gejala apa pun terkait cacar monyet. Termausk gejala utama yang paling bisa dilihat, munculnya lesi di kulit.

Munculnya kasus infeksi cacar monyet tanpa gejala ini, seperti dikatakan Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman fenomena ini adalah sesuatu yang harus begitu diwaspadai.

"Ini berbahaya," kata Dicky saat diwawancarai MNC Portal, Selasa (9/8/2022).

Ia menegaskan dengan ditemukannya kasus positif tanpa gejala sekarang, memunculkan risiko cacar monyet menjadi endemik di seluruh dunia.

"Cacar monyet berpotensi jadi endemik di banyak negara, karena kesempatan itu menjadi sangat besar setelah ditemukannya kasus cacar monyet tanpa gejala di Belgia. Ini kabar tidak menyenangkan, tapi potensi endemik tetap bisa dicegah supaya tidak terjadi di Indonesia," tegasnya.

Dicky menuturkan, dengan adanya kasus cacar monyet tanpa gejala, itu artinya upaya mencegah virus cacar monyet menular dan menyebar luas ke masyarakat dengan mengisolasi pasien atau kontak dekatnya, bisa menjadi usaha keras yang kurang begitu efektif.

"Sebab, akan ada sebagian masyarakat yang notabene sudah terpapar virus cacar monyet, tapi karena tidak bergejala, dia tetap melakukan aktivitas sehari-hari yang memungkinkan perluasan kontak erat dengan virus," jelasnya.

Kondisi berbahaya ini, masih bisa ditambah faktor lain dari masyarakat yakni rendahnya keinginan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

BACA JUGA:Belgia Laporkan Kasus Cacar Monyet Tanpa Gejala Pertama di Dunia!

BACA JUGA: Pahami Yuk, Proses Penularan Virus Cacar Monyet ke Manusia!

"Terlebih, di belahan dunia mana pun, ketika seseorang tidak merasa sakit, walau kenyataannya dia membawa virus, keinginan untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan akan sangat rendah. Ini jadi kendala berikutnya untuk mencegah penyebaran virus cacar monyet," tambah Dicky.

Diperlukan strategi komunikasi risiko yang prima untuk bisa menciptakan masyarakat yang 'melek' akan pentingnya surveilans. Sebab, jika sudah terbangun kesadaran akan tes, apabila ada orang terdekat positif cacar monyet, sekalipun tidak bergejala, kontak dekat akan melapor ke faskes dan melakukan testing.

"Kita semua juga harus menghindari stigma, sehingga tidak ada orang yang ragu memeriksakan diri ke faskes. Tak hanya itu, di masa penguatan pencegahan masuknya virus cacar monyet ke Indonesia, diperlukan juga pertimbangan mendatangkan vaksin dan obat-obatan segera agar Indonesia siap kalau kasus ditemukan," pungkas Dicky.

1
2