Share

Free-Floating Anxiety: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Pengobatannya!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 21:58 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Mindful)

MENGENAL free-floating anxiety: gejala, penyebab, dampak, dan pengobatannya. Free-floating anxiety adalah rasa tidak nyaman yang umum yang tidak terikat pada objek tertentu atau situasi tertentu.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman, gugup, khawatir, dan cemas yang muncul tanpa alasan.free-floating anxiety adalah rasa tidak nyaman yang umum tapi tidak terikat dengan situasi atau objek tertentu atau dikenal dengan kecemasan mengambang bebas.

Dikutip dari Healthline, berikut free-floating anxiety: gejala, penyebab, dampak, dan pengobatannya yang perlu diperhatikan. Salah satu gejalanya adalah, kegelisahan, mudah marah, kelelahan, kurang tidur atau imsonia, sakit pertut dan otot merasa tegang.

Adapun beberapa penyebab seseorang mengalami free-floating anxiety yakni faktor genetika, pengembangan otak, ataupun lingkungan.

Penyebab mengalami free floating anxiety adalah faktor genetika yang dapat diwariskan, dan banyak gen dapat mempengaruhi seseorang untuk mengalami kecemasan. Jika seseorang memiliki orang tua dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD),maka mengalami gangguan kecemasan mengambang bebas. Menurut penelitian genetika gangguan kecemasan umum dan sifat terkait pada 2017 menunjukkan bahwa seseorang memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengembangkan kondisi itu.

Free-floating anxiety dapat memiliki sejumlah efek berbeda pada kehidupan seseorang. Semua kekhawatiran dapat meningkatkan tingkat stres seseorang, yang dapat berdampak serius pada kesehatan secara keseluruhan.Sebab, orang-orang dengan free-floating anxiety menghabiskan begitu banyak waktu dengan perasaan tidak nyaman dan khawatir yang umum. Mereka memiliki waktu yang lebih sulit untuk menikmati hidup dan mengalami tingkat kepuasan juga kebahagiaan hidup yang lebih rendah secara keseluruhan.

Terdapat pengobatan untuk kecemasan yang bisa sangat efektif. Beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan dokter, antara lain.

1. Psikoterapi

Salah satu pendekatan yang dikenal sebagai terapi perilaku kognitif atau cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah perawatan yang paling efektif untuk gangguan kecemasan umum.

CBT memiliki fokus membantu orang mengidentifikasi pola pikir negatif yang otomatis berkontribusi pada perasaan cemas. Begitu mereka belajar mengenali pikiran-pikiran ini, orang-orang kemudian dapat bekerja untuk mengganti pola-pola itu dengan pola-pola yang lebih bermanfaat.

2. Obat-obatan

Dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu mengelola perasaan cemas, seperti:

Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), sejenis antidepresan yang terkadang diresepkan untuk meredakan kecemasan.Obat anti-kecemasan yang disebut BuSpar (buspirone) juga dapat diresepkan.

Benzodiazepin yang digunakan dalam jangka pendek untuk meredakan perasaan kecemasan akut.

Demikian pemahaman terkait free-floating anxiety: gejala, penyebab, dampak, dan pengobatannya yang wajib diketahui.

(RIN)

1
3