Share

Asupan Kalsium Orang Indonesia Minim, Begini Tips Agar Tak Kena Osteoporosis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 15:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Kebutuhan Kalsium. (Foto: Shutterstock)

KALSIUM merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menentukan kesehatan tulang. Kurangnya asupan kalsium pun menyebabkan tingginya masalah tulang di Indonesia.

Apalagi, menurut studi terbaru asupan kalsium masyarakat Indonesia masih sangat rendah yaitu 254 mg per hari. Padahal, kebutuhan kalsium harian itu ada di angka 1.000-1.200 mg per hari.

Menurut data Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), 41,8 persen pria dan 90 persen wanita Indonesia memiliki kepadatan tulang yang rendah. Tak hanya itu, 28,8 persen pria dan 32,3 persen wanita Indonesia mengalami osteoporosis.

Berkaca dari kondisi tersebut, tidak heran kalau masyarakat Indonesia banyak yang menambahkan suplemen kalsium untuk memastikan asupan kalsium harian tercapai. Terlebih, bagi mereka yang asupan kalsium di bawah 1.000 mg/hari yang hanya mengandalkan dari menu diet harian.

Suplemen

"Dari 800-1.000 mg kalsium yang diperoleh dari asupan makanan harian, hanya 500 mg kalsium yang diserap ke tulang," terang Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Rumah Sakit Orthopedi Siaga Raya dr Isa An Nagib, SpOT(K), FICS, dalam keterangan resmi PT SOHO Global Health.

Bahkan, dilanjutkan dr Isa, per 100 gram asupan makanan misalnya brokoli, telur, salmon, dan almond, kalsium yang diserap hanya 50 mg. Kecil sekali, bukan?

Karena itu, dr Isa menjelaskan, suplemen kalsium punya andil cukup penting untuk melengkapi kebutuhan kalsium harian. Terlebih, pada orang dewasa kebutuhan kalsium hariannya itu 1.200 mg/hari. "Suplemen kalsium saja hanya diserap 10-15% ke tulang. Namun, jika ditambah magnesium, vitamin K2 dan D3, maka penyerapan kalsium meningkat jadi 30-40%," paparnya.

Diterangkan dr Isa, ada tugas penting yang dikerjakan baik oleh magnesium, vitamin D3, dan vitamin K2 dalam proses penyerapan kalsium ke tulang. Magnesium misalnya, mineral ini berperan mengaktifkan vitamin D di dalam tubuh guna membantu metabolisme kalsium di tulang. "Magnesium juga mencegah peluruhan kalsium di tulang dengan menghambat hormon paratiroid," terang dr Isa.

Lalu, peran vitamin D3 yaitu untuk meningkatkan penyerapan kalsium di usus ke dalam darah untuk mendistribusikan ke tulang. Bahkan vitamin D3 bekerja merangsang produksi osteoblast atau cikal bakal tulang baru.

Dan yang tak kalah penting adalah vitamin K2 yang bekerja mengaktifkan osteocalcin yang berasal dari osteoblast. "Osteocalcin ini berperan mengikat kalsium di darah ke tulang. Penyerapan kalsium di tulang pun akan lebih optimal," tambah dr Isa.

Senada, dr Raphael Aswin Susilowidodo M.Si, VP Research and Development SOHO Global Health menyebut informasi seputar pentingnya vitamin dan mineral memang masih kurang. "Karena itulah melihat pentingnya pernanan vitamin D3, Vitamin K2, dan Magnesium untuk membantu penyerapan ke dalam tulang, disinilah tercetus ide kami untuk mengembangkan dan meluncurkan Imboost Bone," ungkapnya.

1
2