Share

Alami Demam? Ini Dua Jenis Obat yang Direkomendasikan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 08:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

DEMAM merupakan kondisi kesehatan yang sering dialami oleh banyak orang. Ketika tubuh demam, itu menandakan tubuh sedang mengalami infeksi. Demam muncul secara otomatis untuk memerangi infeksi yang terjadi.

Diterangkan Ahli Kesehatan Prof Zubairi Djoerban, demam memainkan peran kunci dalam memerangi infeksi. Lalu saat kita mengalami demam sebetulnya perlu tidak sih untuk langsung diobati?

Apakah demam cukup dibiarkan hingga hilang dengan sendirinya, karena demam punya peran melawan infeksi dalam tubuh? Menjawab hal tersebut, Prof Beri menerangkan bahwa ada kondisi tertentu yang mengharuskan demam segera diobati.

"Kalau demamnya baru saja muncul, boleh saja enggak minum obat. Tapi, kalau sudah beberapa jam dan masih panas atau panasnya langsung tinggi 39-40 derajat celcius, ya, perlu minum obat," terang Prof Beri, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @ProfesorZubairi, Senin (8/8/2022).

Menurut pria yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDI tersebut, jika hendak minum obat untuk menurunkan demam, ada dua obat demam yang efektif. Pertama yakni aspirin, dan acetaminophen atau paracetamol. Kedua obat tersebut dinilainya aman dan efektif.

Namun, harus menjadi catatan bersama bahwa minum obat penurun demam ini tetap harus dengan petunjuk dokter. Jika mengonsumsi obat yang dijual bebas, saran Prof Beri adalah baca petunjuk pemakaian yang ada di kemasan.

"Jika minum obat panas yang dijual bebas, maka ikuti saja petunjuk yang ada di kemasan. Misal 2x1 atau 4x1, ya, diminum sesuai aturan itu,” jelasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Jika demam sudah turun, penggunaan obat maka harus dihentikan.

“Kalau sudah tidak panas, ya, hentikan. Jangan sampai overdosis," imbuhnya lagi.

Prof Beri menegaskan, selain minum obat sebetulnya yang juga sama pentingnya saat pemulihan demam adalah dengan beristirahat cukup. Sebab, kekebalan tubuh menghabiskan banyak energi untuk melawan infeksi di siang hari.

"Nah, saat tidur tubuh punya waktu untuk memulihkan energi yang hilang. Makanya perlu istirahat. Takaran tidurnya, pada usia muda dan dewasa 8 jam sehari tambah sedikit. Kalau lansia, 6 jam juga ditambah sedikit," tandas Prof. Beri

BACA JUGA:Mirip, Ini Beda Gejala Covid-19 dengan ISPA

BACA JUGA:7 Gejala Infeksi Telinga Pada Bayi yang Harus Diwaspadai, Orang Tua Harus Peka!

1
2