Share

Menkes Ingatkan Orangtua untuk Imunisasi Lengkap Anak-anaknya!

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 17:17 WIB
$detail['images_title']
Anak mendapat imunisasi (Foto: Parentune)

BULAN Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI kini telah memasuki tahap II. Pada tahap berikutnya, upaya untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19 ini memiliki target sasaran sekitar 9,4 juta anak.

“Tahap I sudah dimulai bulan Mei di provinsi Luar Jawa-Bali. Tahap II, mulai bulan Agustus untuk wilayah Jawa-Bali dengan target sasaran sekitar 9,4 juta anak,” tulis akun media sosial Twitter @KemenkesRI, Senin, (8/8/2022).

 Menkes Budi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selama pencanangan BIAN diharapkan orangtua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” kata Menteri Budi.

 BACA JUGA:Imunisasi Rendah karena Pandemi, Polio hingga Hepatitis Bisa Jadi Beban Ganda

Untuk itu, pemberian imunisasi rutin pada anak sangatlah penting. Kementerian Kesehatan telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Pertama, menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Kedua, digitalisasi data imunisasi berupa aplikasi pencatatan imunisasi secara digital, dan ketiga, belajar dari sistem vaksinasi Covid-19, dimana nantinya imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi.

Sebagai informasi, BIAN dilaksanakan selama satu bulan, bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama telah dilaksanakan pada Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Terlaksananya Bulan Imunisasi Anak Nasional meliputi kegiatan imunisasi tambahan Campak Rubela dan imunisasi kejar (OPV, IPV dan DPT-HB-Hib) dengan baik dan dapat mencapai target yang diharapkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.

1
2