Share

Siapa Kelompok yang Paling Berisiko Jika Terpapar Cacar Monyet?

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 12:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Shutterstock)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus cacar monyet sudah menjadi darurat kesehatan global. Mengingat hingga kini sudah lebih dari 70 negara mencatatkan kasus cacar monyet.

Terbaru, Amerika Serikat juga menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan. Keputusan ini diambil mengingat jumlah kasus yang kinan bertambah, dan sekaligus respons cepat menurunkan penularan kasus di masyarakat.

Cacar Monyet atau monkeypox kini menjadi perhatian seluruh dunia. Perkembangan kasusnya mulai merebak ke berbagai negara, membuat masyarakat Indonesia bertanya apakah ini berbahaya?

Melihat perkembangan kasus cacar monyet, dr. Ni Luh Putu Pitawati, SpKK dari RSPI Sulianti Saroso menjelaskan bahwa cacar monyet sudah dilaporkan oleh 88 negara. Akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Juli menyatakan bahwa cacar monyet sebagai darurat kesehatan internasional.

"Bulan Mei ini banyak ya kasus cacar monkeypox di mana sampai bulan Juni sekitar 88 negara yang melaporkan kasus monkeypox, menurut WHO. Sejak akhir Juli ini makanya who mengatakan darurat monkeypox karena melihat perkembangan kasus," kata dr Putu dalam Siaran Sehat di Instagram Radio Kesehatan, Senin (8/8/2022).

Menurut dr Putu cacar monyet merupakan penyakit cacar monyet yang umumnya sama dengan cacar lainnya, bahkan bisa juga sembuh dengan sendirinya. Namun penyembuhan tersebut berdasarkan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas seseorang. Jika imunitas baik maka cacar bisa sembuh dengan cepat dan bisa sembuh sendiri.

"Monkeypox merupakan sakit cacar seperti pada biasanya dan juga bisa sembuh sendiri. Bagi mereka yang memiliki imunitas baik maka penyembuhannya cepat dan bisa sembuh sendiri," jelasnya.

Sementara anak-anak hingga ibu hamil dan lanjut usia (lansia), menjadi kelompok yang paling berisiko. Bila mereka terinfeksi cacar monyet, bisa lebih lama dibandingkan yang punya imunitas baik.

"Sementara bagi mereka yang bermasalah dengan sistem kekebalan seperti anak-anak, ibu hami, lansia dan orang yang memang memiliki penyakit tertentu lebih berisiko. Jika terkena monkeypox mungkin bisa lebih lama, dibandingkan mereka punya imunitas baik," imbuh dr Putu.

1
2