Share

Gangguan Tidur: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 11:36 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Gangguan Tidur (Foto: Spectrum Health Beat)

GANGGUAN tidur termasuk salah satu kondisi yang mengubah pola tidur seseorang. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Dikutip dari clevelandclinic, gangguan tidur adalah kondisi seseorang tidak mendapatkan tidur nyenyak. Umumnya, setiap orang dapat mengalami masalah tidur dari waktu ke waktu.

Kondisi ini diketahui dapat mempengaruhi kesehatan dan pola hidup seseorang bila terjadi secara terus menerus. Terdapat beberapa jenis gangguan tidur. Diantaranya  imsonia dan sleep apnea.

Insomnia merupakan gangguan kesulitan tidur atau tetap terjaga sepanjang malam dan tidur ketika matahari terbit.  Sedangkan, Sleep apnea adalah kondisi seseorang mengalami pola pernapasan yang tidak normal saat tidur. 

Lalu, restless leg syndrome (RLS) adalah sejenis gangguan gerakan tidur. Sindrom kaki gelisah atau penyakit Willis-Ekbom adalah kondisi yang menyebabkan sensasi tidak nyaman dan dorongan untuk menggerakkan kaki saat mencoba tertidur.

Serta, narkolepsi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kantuk yang ekstrim di siang hari dan tertidur tiba-tiba di siang hari.

Gejala gangguan tidur berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Gejala yang dirasa juga dapat bervariasi ketika gangguan tidur adalah akibat dari kondisi lain. Meski begitu, gejala umum gangguan tidur meliputi kesulitan  untuk tetap tertidur, kelelahan di siang hari, dorongan yang kuat untuk tidur siang lalu, pola pernapasan yang tidak biasa

Serta, dorongan yang tidak biasa untuk bergerak saat tertidur dan gerakan yang tidak biasa atau pengalaman tak biasa saat tidur

Selain itu, perubahan jadwal yang tak biasa saat tidur atau bangun  dengan merasakan kecemasan, merasa kurang konsentrasi lalu mengalami depresi hingga  penambahan berat badan.

Sementara itu gangguan tidur berkembang sebagai akibat dari masalah kesehatan salah satunya adalah alergi dan masalah pernapasan, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas dan  dapat membuat sulit bernapas di malam hari.

Selain itu, sering buang air kecil juga penyebab gangguan tidur terjadi. Serta, gejala gangguan tidur bisa menyebabkan radang sendi , sindrom kelelahan kronis, radang usus, sakit kepala, nyeri punggung dan stress .

Walaupun penyebab gangguan tidur dapat diakibatkan berbagai macam faktor. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu gangguan tidur, antara lain, adanya konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, konsumsi makanan yang memiliki kadar gula tinggi, pola tidur telentang dan menggunakan bantal, kebiasaan tidur yang buruk lalu alami kelainan hormon.

Gangguan tidur, umumnya sangat mudah untuk dicegah. Caranya sebagai berikut:

1.Konsumsi banyak sayuran dan ikan.

2. Kurangi asupan gula.

3. Kurangi stres dan kecemasan dengan aktivitas fisik.

4. Buat dan ikuti jadwal tidur yang teratur dan konsisten.

5. Jangan lupa konsumsi air putih lebih sedikit sebelum tidur.

6. Batasi asupan kafein, terutama pada sore atau malam hari.

Demikian pemahaman terkait gangguan hati yang perlu dipahami dan dicegah.

(RIN)

1
4