Share

Profesor Beberkan Ciri Demam Khusus Gejala Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 07:44 WIB
$detail['images_title']
demam, (Foto: Freepik)

DEMAM menjadi gejala dari banyak penyakit, mulai dari penyakit infeksi terserang virus hingga berbagai penyakit yang disebabkan kuman atau bakteri.

Ini juga lah yang mungkin menjadi bias bagi banyak orang awam, terhadap infeksi Covid-19. Memang saat tubuh demam, menandakan tubuh sedang mengalami infeksi. Demam muncul secara otomatis untuk memerangi infeksi yang terjadi.

Lantas bagaimana membedakan demam biasa dengan demam Covid-19? Apakah ada ciri khusus yang bisa dikenali?

Diterangkan Ahli Kesehatan sekaligus Ketua Satgas Covid-19 IDI, Prof. Zubairi Djoerban, demam untuk Covid-19 memang bukan demam biasa. Jika seseorang terinfeksi Covid-19, biasanya demam ini dibarengi dengan beberapa rasa sakit lainnya.

"Jika demam yang muncul dibarengi pegal linu, batuk, bersin, suara serak, maka pada saat ini salah satu kemungkinannya adalah Covid-19," kata Prof Beri, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @ProfesorZubairi, Senin (8/8/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menambahkan, pada prinsipnya jika demam terjadi lebih dari sehari apalagi tiga hari, segera pergi ke dokter. Ini penting untuk memastikan apa penyebab timbulnya demam tersebut.

Lalu, jika mengalami demam apakah harus langsung diobati? Menjawab hal tersebut, Prof Beri menerangkan bahwa ada kondisi tertentu yang mengharuskan demam segera diobati.

"Kalau demamnya baru saja muncul, boleh saja enggak minum obat. Tapi, kalau sudah beberapa jam dan masih panas atau panasnya langsung tinggi 39-40 derajat celcius, ya, perlu minum obat," terang Prof Beri.

1
2