Share

Begini Perbedaan Kejang Demam dan Epilepsi, Orangtua Wajib Baca!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 09:03 WIB
$detail['images_title']
Anak mengalami kejang (Foto: North suffolk neurology)

KEJANG demam pada anak merupakan kejang yang dipicu oleh demam dan umumnya tidak menimbulkan dampak yang berbahaya. Sedangkan epilepsi merupakan kondisi yang perlu penanganan serius di mana kejang terjadi berulang tanpa dipicu oleh demam.

Dokter Spesialis Neurologi dari Siloam Hospitals Makassar, dr Lilian Triana Limoa M.kes Sp.N(K) mengatakan, kejang demam merupakan kejang karena kenaikan suhu tubuh, di mana suhu rektal diatas 38 derajat Celcius dan disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (diluar rongga tengkorak).

 demam

Apabila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, perhatikan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP ( infeksi susunan saraf pusat), atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama terjadinya demam.

"Adapun Epilepsi atau 'ayan' merupakan kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang berulang yang menyerang karena kerusakan atau perubahan dalam otak", tutur Dokter Lilian.

Menurut Dokter Lilian, terdapat perbedaan kejang demam dan epilepsi secara garis besar, adalah pemicunya dan bentuk bangkitan kejangnya. "Dibedakan dari durasi, tipe kejang, usia dan lain sebagainya."

Perbedaan kejang demam dengan epilepsi sangat banyak segi yang patut diketahui antara lain kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, sedangkan Epilepsi cukup bervariasi.

 BACA JUGA:Edan! Pria Ini Lakukan Pelecehan di Keramaian, Mengaku Epilepsi saat Ditangkap

Kondisi demam memang sering menjadi pemicu, penyebab kejang demam ekstrakranial dan tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya, sedangkan epilepsi penyebab dari intrakranial dan sering terdapat riwayat bangkitan kejang yang sama sebelumnya.

Penyebab kejang demam adalah Ektrakranial (diluar rongga tengkorak). Adapun Epilepsi dipastikan Intraktanial. Kejang demam tidak butuh riwayat sebelumnya seperti Epilepsi dengan segi durasi serta berulang.

"Patut dipahami para orangtua, bahwa Epilepsi adalah kondisi yang lebih berbahaya dan akan sangat menggangu tumbuh kembang anak. Karenanya, epilepsi perlu diobati agar pasien dapat beraktivitas normal kembali, dan kerusakan otak yang lebih parah dapat dihindari," ujar Dokter Lilian.

Dokter Lilian kembali mengingatkan, apabila anak mengalami tanda epilepsi, kejang berulang yang tidak dipicu demam, kejang demam berulang dengan durasi panjang, agar segera melakukan konsultasi ke dokter.

1
2