Share

Gangguan Disgrafia yang Terjadi Pada Anak,Para Ibu Wajib Tahu

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 15:49 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

GANGGUAN disgrafia bikin para ibu cemas dengan kondisi anak. Pasalnya, gangguan baca-tulis atau yang juga dikenal dengan disgrafia mencakup masalah menulis, mengeja dan menyusun kerangka berpikir saat pelajaran mengarang. Hal ini terjadi manakala keterampilan menulis anak jauh di bawah standar umur dan skor IQ-nya.

Dilansir Webmd, anak-anak dengan disgrafia memiliki tulisan tangan yang tidak jelas, tidak teratur, atau tidak konsisten, seringkali dengan kemiringan, bentuk, huruf besar dan kecil yang berbeda.

Gangguan disgrafia juga cenderung menulis atau menyalin sesuatu dengan lambat. Orang tua atau guru mungkin memperhatikan gejala ketika anak pertama kali mulai menulis tugas di sekolah.

Sebuah penelitian di Amerika melaporkan, kasus kesulitan belajar yang terkait ketidakmampuan menulis (disgrafia) lebih banyak ditemui pada anak laki-laki. Berkebalikan dengan kesulitan membaca seperti disleksia yang telah banyak diteliti, penelitian tentang kesulitan menulis masih sangat minim, sehingga angka kasusnya juga tidak jelas.

Penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 5700 anak, diketahui bahwa sekitar 7-15 persen dari jumlah tersebut mengalami gangguan baca-tulis semasa duduk di bangku sekolah. Persentase ini bervariasi, tergantung kriteria yang dipakai untuk mendiagnosis masalah ini.

Anak laki-laki kecenderungannya 2-3 kali lebih berisiko terdiagnosis ketidakmampuan membaca dibanding anak wanita, apa pun jenis kriteria diagnosis yang dipakai.

Pada laporan yang dimuat dalam jurnal Pediatrics. Hasilnya mengindikasikan bahwa kasus gangguan menulis sama lazimnya dengan kesulitan membaca.

Jika umumnya anak-anak dengan gangguan menulis juga mengalami kesulitan membaca, maka sekitar seperempatnya hanya mengalami gangguan menulis

"Fakta bahwa kasus pada anak pria lebih sering terkena berdasarkan penelitian yang lampau dikarenakan anak wanita secara umum tampil lebih baik dalam tulisan tangan dan ekspresi tertulis," ujar Katusic.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk menggali lebih jauh perbedaan kasus terkait gender tersebut, termasuk kemungkinan pengaruh genetik dan lingkungan.

Anak-anak dapat mengalami kesulitan baca-tulis atau beragam gangguan belajar lainnya di sekolah, dan jika memang terdiagnosis dengan gangguan tersebut.

Tanda-tanda gangguan disgrafia adalah tangan sakit saat menulis, sering menghapus, ejaan saat menulis buruk, lalu pergelangan tangan, badan, atau posisi kertas yang tidak biasa saat menulis.

Tidak ada obat untuk disgrafia. Perawatan bervariasi dari anak ke anak dan tergantung pada apakah mereka memiliki ketidakmampuan belajar atau kondisi kesehatan lainnya. Obat yang digunakan untuk mengobati ADHD telah membantu mengatasi disgrafia pada beberapa anak yang memiliki kedua kondisi tersebut.

(RIN)

1
3