Share

Efek Samping Mengkonsumsi Makanan Fermentasi, Salah Satunya Bisa Diare

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 13:38 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Boldsky)

EFEK samping mengonsumsi makanan fermentasi bakal diulas dalam artikel ini. Makanan fermentasi adalah teknik kuno untuk mengawetkan. Proses ini masih digunakan sampai sekarang untuk menghasilkan makanan seperti anggur, keju, asinan kubis, yogurt, dan kombucha.

Makanan fermentasi kaya akan probiotik yang bermanfaat dan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan - mulai dari pencernaan yang lebih baik hingga kekebalan yang lebih kuat. Namun, ternyata ada efek sampingnya jika terlalu mengonsumsi makanan fermentasi yang berlebihan.

Berikut efek samping mengonsumsi makanan fermentasi dikutip  theconversation:

1. Kembung

Reaksi paling umum terhadap makanan fermentasi adalah peningkatan sementara gas dalam perut dan kembung. keadaan ini menjadi hasil dari kelebihan gas yang dihasilkan setelah probiotik membunuh bakteri dan jamur usus yang berbahaya.

Meskipun mengalami kembung setelah makan makanan fermentasi namun probiotik dalam makanan fermentasi tampaknya menjadi pertanda baik bahwa bakteri berbahaya sedang dikeluarkan dari usus.

2. Sakit kepala dan migrain

Makanan fermentasi yang kaya akan probiotik secara alami mengandung amina biogenik yang dihasilkan selama fermentasi. Amina dibuat oleh bakteri tertentu untuk memecah asam amino dalam makanan fermentasi. Zat amina yang paling umum ditemukan dalam makanan kaya probiotik termasuk histamin dan tiramin.

Beberapa orang diketahui sensitif terhadap histamin dan amina lainnya, dan mungkin mengalami sakit kepala setelah makan makanan fermentasi. Sebab, amina merangsang sistem saraf pusat, dan dapat meningkatkan atau menurunkan aliran darah yang dapat memicu sakit kepala dan migrain.

3. Gatal-gatal dan diare

Bagi sebagian orang diketahui intoleransi terhadap kandungan histamin pada makanan fermentasi. Hal ini dapat menyebabkan gatal-gatal, sakit kepala atau migrain, pilek (rinitis), mata merah, kelelahan, gatal-gatal dan gejala pencernaan termasuk diare, mual dan muntah.

Tak hanya itu, intoleransi histamin juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, termasuk asma, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, kolaps peredaran darah, perubahan psikologis mendadak (seperti kecemasan, agresivitas, pusing dan kurang konsentrasi) dan gangguan tidur.

4. Infeksi dari probiotik

Probiotik umumnya aman untuk sebagian besar orang. Sayangnya, dalam kasus yang jarang terjadi, probiotik dapat menyebabkan infeksi terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

5. Berbahaya bagi penyakit tiroid

Beberapa makanan fermentasi dari kedelai bisa dikategorikan sebagai makanan goitrogenik yang berperan dalam menyebabkan penyakit hipotiroid.

(RIN)

1
3