Share

Australia Berharap Puncak BA.4 dan BA.5 Terjadi Lebih Cepat

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 15:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

ANGKA positif Covid-19 di Indonesia memang kembali mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Subvarian omicron baru BA.4 dan BA.5 pun disebut sebagai salah satu pemicunya.

Di Jakarta sendiri, tercatat jumlah kasus aktif naik tiga ratus kasus lebih. Hal itu membuat total kasus aktif Covid-19 di Jakarta tembus 22 ribu lebih.

Nah, kenaikan kasus Covid-19 ini pun bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia salah satunya adalah Australia. Menteri Kesehatan Australia Mark Butler menyampaikan gelombang Covid-19 saat musim dingin di Australia telah mencapai puncak lebih awal.

Covid-19

Saat ini, Australia sedang berjuang melawan satu gejolak terburuk dari virus corona yang diketahui bergerak cepat, dan memberi beban berat pada rumah sakit dan panti jompo. Namun Menteri Kesehatan Mark Butler menandai, jika yang terburuk bisa segera berakhir.

"Kami berharap bahwa kami telah mencapai puncak lebih awal dari yang kami harapkan," ucap Butler, dilansir dari CNA, Kamis (4/8/2022)

Sementara pejabat kesehatan, memperkirakan bahwa gelombang ini dapat mencapai puncak pada akhir bulan. Sebagaimana beberapa negara bagian, juga memperkirakan lonjakan tingkat infeksi dan penerimaan rumah sakit akan mereda pada akhir Agustus.

Sejauh ini, data rumah sakit dari Covid-19 sudah didekat level 5.000 pada hari Kamis. Tetapi telah turun dari rekor 5.571 dicapai seminggu yang lalu, menurut data resmi.

Kondisi Australia dinilai sulit karena musim dingin dengan Covid-19 dan virus flu yang beredar. Banyak pekerja garis depan di rumah sakit, juga sakit atau dalam isolasi, memperburuk krisis perawatan kesehatan.

Sekedar informasi, Australia telah melaporkan lebih dari 9,5 juta kasus dan 12.072 kematian sejak pandemi dimulai. Ink jauh lebih rendah, daripada banyak negara yang dibantu vaksinasi dan melakukan pembatasan ketat pada awal pandemi.

1
2