Share

5 Mitos Cacar Monyet, Nomor 3 Bikin Kaget

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 11:36 WIB
$detail['images_title']
Mitos Cacar Monyet (Foto: Current affairs)

ADA 5 Mitos cacar monyet telah berkembang yang membuat masyarakat khawatir . Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengumumkan jika penyakit ini ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.

Banyak informasi yang berkembang seputar cacar monyet. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersebar sesuai dengan fakta yang ada. Maka dari itu, Anda harus lebih waspada dalam memahami informasi terbaru mengenai cacar monyet.

Melansir dari Times of India, berikut 5 mitos cacar monyet yang harus Anda abaikan:

1. Afrika negara paling banyak kena kasus cacar monyet

Banyak informasi yang salah kaprah akan asal muasal dari penyakit ini. Tak sedikit orang yang percaya jika cacar monyet menyebar dari negara-negara di Afrika.

Faktanya, cacar monyet berawal di Afrika Barat, namun penyebarannya bukan dari daerah tersebut. Kasus mengenai cacar monyet 2022 tidak berhubungan dengan perjalanan ke negara-negara yang endemik. 

2. Cacar monyet bisa sebabkan kematian

Merebaknya pandemi Covid-19 membawa pengaruh pada penyakit cacar monyet. Sebab, cacar monyet dianggap bisa berakibat fatal atau kematian pada penderitanya. 

Fakta yang dikemukakan oleh CDC AS, sebanyak 99% penderita cacar monyet bertahan hidup. Meskipun gejala yang diderita mungkin sangat menyakitkan. 

3. Homoseksual rentan terkena cacar monyet

Pria dengan homoseksual menjadi sasaran empuk dalam tuduhan menjadi penyebar dari penyakit cacar monyet atau monkeypox. Meskipun memang ada laporan terkait adanya penularan cacar monyet dari pria ke pria homoseksual, namun hal ini tidak benar. 

Faktanya adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan jika cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa menyebar kepada orang yang terkena ke orang yang sehat melalui kontak fisik dan kontak intim. 

 4.Mirip cacar air

Meski terlihat mirip dengan cacar air, namun cacar monyet memiliki gejala yang lebih menyakitkan dan karakteristik yang mencolok dari cacar monyet adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening. 

5. Belum ada vaksin cacar monyet

Sama dengan kemunculan Covid-19, belum ditemukannya vaksin atau obat yang menyembuhkan. Hal itu terjadi pada cacar monyet.

Meski belum ada vaksin yang secara eksklusif diberikan kepada penderita cacar monyet, namun CDC AS mengatakan jika cacar monyet secara genetik mirip dengan cacar biasa, maka vaksin yang dikembangkan untuk cacar bisa digunakan untuk mencegah cacar monyet. 

Saat ini,  Serum Institute of India (SII) sedang melakukan pembicaraan mengenai Novovax yang akan dikembangkan untuk vaksin mRNA cacar monyet. 

Nah, itulah informasi 5 mitos cacar monyet yang perlu dipahami. (RIN)

1
3