Share

Afrika Selatan Laporkan Angka Kematian Pertama Terkait Vaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 09:57 WIB
$detail['images_title']
vaksinasi, (Foto Reuters/ Sumaya Hisham)

AFRIKA Selatan baru saja melaporkan angka kematian pertama yang disebutkan masih berhubungan dengan vaksin Covid-19.

Laporan angka kematian pertama dari sebab akibat vaksin Covid-19 ini, diketahui dilaporkan oleh regulator kesehatan Afrika Selatan pada Kamis, 4 Agustus 2022. Disebutkan, jenis vaksin yang terkait dengan kasus kematian ini adalah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J), mengutip Reuters, Jumat (5/8/2022).

Pada konferensi pers, Profesor Hannelie Meyer menyebutkan kalau korban meninggal tersebut mengalami gangguan neurologis langka Sindrom Guillain-Barre segera setelah diberi vaksin J&J. Setelah sempat menggunakan ventilator, pasien tersebut kemudian meninggal, kata ilmuwan senior dalam konferensi pers.

"Pada saat sakit tidak ada penyebab lain yang dapat diidentifikasi selain dari Guillain-Barre Syndrome (GBS),” ujar Profesor Hannelie.

 BACA JUGA:Hongkong Mulai Vaksinasi Anak Usia 6 Bulan, Sinovac Jadi Pilihannya

BACA JUGA:Orang yang Belum Divaksin Covid-19 Berisiko 30 Kali Lipat Dirawat di RS?

Angka kematian pertama ini menjadi kasus pertama antara vaksin Covid-19 dan kematian. Sementara itu, usia dan data detail mengenai pasien meninggal tersebut diketahui tidak diungkap ke publik, dengan alasan kerahasiaan.

kepala eksekutif Otoritas Pengaturan Produk Kesehatan Afrika Selatan (SAHPRA), Boitumelo Semete-Makokotlela menyebutkan pemerintah Afrika Selatan sendiri masih menilai sejauh ini manfaat vaksin masih lebih banyak daripada risiko dari vaksin itu sendiri.

Masih dari keterangan Boitumelo juga, diketahui sejauh ini Afrika Selatan sudah memberikan sekitar 9 juta dosis vaksin Janssen (J&J). Kasus yang terjadi ini disebut sebagai kasus GBS pertama yang terkait secara kausal (dengan vaksin dan kematian).

Sebagai informasi, pada Juli 2022 otoritas kesehatan AS sudah menambahkan peringatan ke lembar fakta untuk vaksin J&J yang mengatakan bahwa data menunjukkan ada peningkatan risiko GBS dalam enam minggu setelah vaksinasi.

Pada saat itu tercatat 100 laporan awal GBS pada penerima vaksin, termasuk 95 kasus serius dan satu kematian dilaporkan.

Kala itu, pihak J&J mengatakan pada saat peringatan AS keluar, saat itu sedang dalam diskusi dengan regulator dan tingkat kasus GBS yang dilaporkan pada penerima vaksin J&J melebihi tingkat latar belakangnya hanya berjumah sedikit.

1
2