Share

Mengenal Animal Hoarding, Salah Satu Cirinya Malah Menelantarkan Anak Bulu

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 01:06 WIB
$detail['images_title']
Animal hoarding suka mengumpulkan anak bulu (Foto: Broadway veterinary hospital)

BANYAK orang belum mengenal apa itu animal hoarding. Nah, animal hoarding merupakan keinginan untuk terus mengumpulkan hewan. Sampai-sampai mereka tidak memperhitungkan kemampuan mental, fisik, dan finansialnya.

Gangguan penyakit ini adalah masalah kompleks yang sering kali terjadi. Hal ini mencakup masalah kesehatan mental, kesejahteraan hewan, dan keselamatan publik.

 animal hoarding

Penimbunan hewan didefinisikan oleh ketidakmampuan untuk menyediakan bahkan standar minimal nutrisi, sanitasi, tempat tinggal dan perawatan veteriner-sering mengakibatkan over-breeding hewan, kelaparan hewan, penyakit dan bahkan kematian. Dalam beberapa kasus, wali percaya bahwa mereka membantu hewan mereka dan menyangkal ketidakmampuan untuk memberikan perawatan minimum.

Untuk itu dengan gangguan animal hoarding ini tidak disukai pecinta hewan. Sebab, pecinta hewan tertentu sangat mengharapkan keamanan dan kesejahteraan hewan yang ada di dunia ini. Pecinta hewan senantiasa menyayangi, mengasihi dan memberikan kehidupan yang kayak kepada hewan.

Ada satu istilah yang mungkin sudah tidak asing dikalangan pecinta hewan, yaitu animal hoarding. Nampak dari luar animal hoarding mirip seperti para pecinta hewan lainnya. Tapi jika dikulik lebih dalam, animal hoarding hanya akan menyengsarakan hewan saja.

Mengenal animal hoarding istilah ini bisa dianggap sebagai gangguan kejiwaan yang terjadi pada manusia. Seseorang mengidap animal hoarding gemar mengumpulkan hewan terlantar yang ada disekitar.

Tidak ada spesifikasi khusus terkait hewan apa yang sering mereka kumpulkan. Namun rata-rata mereka akan mengumpulkan hewan seperti kucing dan anjing. Ini tergantung separah apa kondisi gangguan kejiwaan mereka.

Akibat kesukaan mengumpulkan kucing alias anak bulu hingga puluhan ekor, seringkali kucing-kucing ini jadi terlantar, kurang makan, bahkan berak sembarangan, hingga mati tak terurus. Ini malah menimbulkan penyakit bagi si pengidap animal hoarding dan kucing-kucing itu sendiri.

 BACA JUGA:Jangan Cemas Kena Ringworm, Pelihara Kucing Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

"Pengidap animal hoarding merasa dirinya telah menolong binatang-binatang yang mereka pungut. Namun sesungguhnya tidak," kata Dr Nancy seperti dikutip dari Foxnews.

Awal mula dari gangguan animal hoarding adalah rasa belas kasihan kepada hewan secara berlebihan. Mereka akan melihat bahwa semua hewan yang mereka temui dalam keadaan menyedihkan dan akhirnya mengumpulkan hewan tersebut sampai tak terhitung berapa jumlahnya.

Animal hoarding mulanya terjadi pada anak mulai usia 16 dan akan semakin parah seiring bertambahnya usia mereka. Namun daripada anak-anak penderita animal hoarding lebih sering diidap oleh orang tua. Berikut adalah ciri animal hoarding:

Biasanya animal hoarding akan bertindak seperti kelompok para pecinta binatang dan sering membuat kita terkecoh. Mereka akan melakukan segara cara untuk memperoleh binatang yang mereka inginkan.

1
2