Share

Mitos-Mitos Seputar Keguguran, Benarkah Stres Jadi Faktor Pemicu?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 10:11 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: Shutterstock)

KETIKA tengah mengandung, calon ibu memang harus berhati-hati menjaga janin mereka sehingga dapat berkembang menjadi buah hati. Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan untuk calon bayi, tapi juga agar si ibu sehat.

Pasalnya, proses melahirkan merupakan proses pertaruhan nyawa bukan hanya untuk si anak, tapi juga bagi sang ibu. Jika fisik ibu melemah, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami keguguran.

Oleh karena itu, seperti dilansir dari laman Health Line, ada baiknya mengetahui faktor risiko, tanda, dan penyebab dapat membantu Anda untuk lebih memahami mengapa terjadi keguguran. Sehingga nantinya dapat membantu masalah tersebut.

Akan tetapi beberapa orang juga berpendapat, bahwa keguguran akan membuat mereka sulit hamil lagi. Benarkah demikian? Nah berikut ini beberapa kesalahpahaman seputar keguguran yang masih sering kali dipercaya sebagian orang.

Ibu Hamil

Berkali-kali keguguran dapat mengurangi kesempatan untuk hamil kembali

Fakta: Seiring dengan jumlah keguguran yang dialami, risiko keguguran berulang pun semakin meningkat. Jika Anda memiliki riwayat keguguran lebih dari dua kali, maka kemungkinan untuk mengalami keguguran adalah 20 persen.

Sementara apabila lebih dari tiga kali, kemungkinan mengalami keguguran kembali meningkat menjadi 30%. Jika keguguran terjadi empat kali, kemungkinan mengalami keguguran lagi menjadi sebanyak 40 persen.

Olahraga dapat menyebabkan keguguran

Faktanya, beberapa jenis olahraga aman untuk ibu hamil. Namun, Anda disarankan untuk menghindari olahraga yang berisiko untuk jatuh, seperti berkuda, bermain sepak bola dan bola basket.

Menurut penelitian di Columbia University Mailman School of Public Health, rutin berolahraga dapat menurunkan risiko keguguran sebanyak 40%. Tapi dengan catatan Anda memilih jenis olahraga yang tepat.

Berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko keguguran

Pada masa ini tidak ada larangan untuk berhubungan seks saat hamil, apalagi jika kondisi kehamilan termasuk sehat. Lagi pula, janin di dalam rahim tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan. Tapi ingat, posisinya harus aman dan nyaman bagi Anda berdua.

Keguguran terjadi akibat ibu yang stres

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol sebagai pertahanan. Nah, peningkatan hormon ini dapat berpengaruh kepada perkembangan janin, bahkan bisa memicu kelahiran prematur.

Ibu yang pernah menjalani aborsi akan mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya

Tindakan aborsi yang pernah dilakukan tidak memengaruhi kehamilan selanjutnya. Jika kehamilan selanjutnya memang diinginkan, lakukanlah pemeriksaan menyeluruh kepada dokter kebidanan dan kandungan saat masa persiapan kehamilan.

Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, jangan lupa memperhatikan asupan makanan. Lakukan juga konsultasi secara rutin kepada dokter kandungan Anda.

1
2