Share

Sudah Tahu Belum? Ini 5 Jenis Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Kondom, (Foto: Freepik)

TAHUKAH Anda jika Hari Kontrasepsi Sedunia jatuh setiap 26 September? Momentum yang mengingatkan pentingnya memakai alat kontrasepsi bagi Anda yang ingin menunda momongan.

Saat ini menemukan alat kontrasepsi cukup mudah, karena dijual di tempat-tempat perbelanjaan seperti minimarket. Tapi tahukah Anda, bahwa alat satu ini memiliki beberapa jenis?

Nah, dilansir dari laman Queensland Health, Jumat (5/8/2022) berikut ini lima jenis alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan sesuai pilihan dan paling banyak dipilih.

1. Kondom: Alat kontrasepsi satu ini mungkin umum diketahui. Benda ini elastis dan dipakai oleh pria di penis. Kondom berfungsi sebagai penghalang masuknya sperma menuju telur yang ada dalam wanita. Sehingga alat kontrasepsi satu ini paling banyak umum digunakan, bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan. Namun, kondom juga memiliki risiko karena bisa saja robek ketika sedang bercinta dengan pasangan. Hal ini juga dapat menyebabkan masuknya sperma ke dalam telur yang ada pada wanita.

2. Pil kontrasepsi oral: Alat kontrasepsi satu ini umumnya disebut pil KB, untuk menahan rahim agar tidak mudah hamil setelah berhubungan seks dengan pasangannya. Para wanita di Australia contohnya, disebutkan cukup sering memilh pil sebagai pencegah kehamilannya. Meminum pil ini banyak manfaat yang akan didapatkan, asal Anda mengonsumsinya sesuai anjuran dokter. Ingat jangan sampai sembarangan meminum pil satu ini. Sebagian juga ada yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi ini loh!

3. Spiral: Merupakan perangkat intrauterin (IUD) atau umum disebut spiral, sebagai alat kontrasepsi yang dipakai oleh wanita agar mencegah kehamilan saat berhubungan seks. Alat kecil berbentuk T ini terbuat dari bahan yang mengandung hormon progesteron atau plastik dan tembaga yang dipasang di dalam rahim wanita oleh penyedia layanan kesehatan terlatih. Alat ini merupakan metode kontrasepsi jangka panjang dan reversibel, yang dapat bertahan selama tiga bahkan hingga 10 tahun, tergantung pada jenisnya. Setelah waktu kadaluarsa alat ini habis, Anda wajib mengeluarkannya. Sebab jika dibiarkan perlahan akan diselimuti oleh daging.

4. Implan kontrasepsi: Dalam metode ini, batang kecil fleksibel ditempatkan di bawah kulit di lengan atas wanita, yang akan melepaskan suatu bentuk hormon progesteron. Hormon tersebut menghentikan ovarium melepaskan sel telur, dan mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma untuk masuk ke dalam rahim. Implan memerlukan prosedur kecil menggunakan anestesi lokal untuk memasang dan mengeluarkan batangnya. Berbeda dengan spiral, alat kontrasepsi satu ini hanya bertahan selama tiga tahun.

5. Suntik KB: Setelah pil, suntik KB juga kerap dilakukan sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Suntikan ini mengandung versi sintetis dari hormon progestogen. Alat kontrasepsi berbentuk cairan ini akan disuntikkan di bagian pantat wanita atau lengan atas, dan selama 12 minggu berikutnya hormon perlahan dilepaskan ke aliran darah. Namun di sisi lain, alat kontrasepsi ini memiliki sisi negatif. Suntik KB disebut bisa membuat menstruasi yang tidak teratur.

 BACA JUGA:Manfaat Kesehatan Makan Cokelat, Nomor 6 Penting untuk Pasutri

BACA JUGA:9 Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan, Nomor 3 Bikin Bahagia Kaum Pria

1
2