Share

Bayi Kembar Dempet di Brasil Sukses Dipisahkan dengan Operasi Teknologi Virtual Reality

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 19:50 WIB
$detail['images_title']
Bernado dan Arthur Lima sebelum operasi pemisahan, (Foto: Arthur Pereira/AFP)

Ahli bedah saraf Gabriel Mufarrej dari Institut Otak Negara Paulo Niemeyer, tempat prosedur dilakukan, menyebut operasi pemisahan Bernado dan Arthur sebagai operasi pemisahan yang paling menantang dan kompleks hingga saat ini. Mengingat bayi kembar ini juga berbagi beberapa pembuluh darah yang vital.

"Si kembar memiliki versi kondisi yang paling serius dan sulit, dengan risiko kematian tertinggi untuk keduanya," kata dr. Gabriel.

"Tidak diragukan lagi itu adalah operasi paling kompleks dalam karir saya. Pada awalnya, tidak ada yang mengira mereka akan bertahan. Mereka berdua bisa diselamatkan, ini sudah menjadi sejarah,” lanjutnya.

Senada dengan dokter Gabriel, Ahli bedah saraf, Noor ul Owase Jeelani selaku ahli bedah utama untuk Gemini Untwined menyebutkan ia sebagai dokter merasa luar biasa bahwa kemajuan teknologi virtual yang sebelumnya tak terbayangkan, bisa membantu menyelamatkan nyawa anak-anak dengan kondisi kesehatan yang sangat rumit.

“Sungguh luar biasa dapat melihat anatomi dan melakukan operasi sebelumnya tanpa membahayakan nyawa anak-anak. Anda tidak bisa bayangkan, betapa meyakinkannya hal ini bagi para ahli bedah,” ujar dr. Noor

Dijelaskan lebih lanjut, paska operasi pemisahan, sejujurnya tim medis belum bisa mengetahui sejauh mana si kembar bisa menjalani kehidupan normal. Bernado dan Arthur juga masih harus dirawat di rumah sakit dengan waktu pemulihan yang lama. Demikian sebagaimana dilansir dari Euro News, Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:Ramalan Bill Gates Jadi Kenyataan, Muncul Virus-Virus Lainnya Bikin Takut

BACA JUGA:Studi Penelitian Inggris: Virus AAV2 Berperang Penting di Hepatitis Akut Misterius

(rpa)