Share

Bayi Kembar Dempet di Brasil Sukses Dipisahkan dengan Operasi Teknologi Virtual Reality

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 19:50 WIB
$detail['images_title']
Bernado dan Arthur Lima sebelum operasi pemisahan, (Foto: Arthur Pereira/AFP)

KEMAJUAN teknologi yang semakin berkembang pesat, sangat membantu dunia medis yang pada akhirnya bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan.

Bukti terbarunya bisa terlihat pada kasus operasi pemisahan sepasang bayi kembar siam dempet di Brasil, Bernado dan Arthur Lima. Bernado dan Arthur lahir sebagai anak kembar dengan kepala dan otak yang menyatu.

Si kembar ini, diketahui lahir pada tahun 2018 di Roraima, Brasil utara, sebagai kembar kraniopagus yakni kondisi yang sangat langka, saudara kandung menyatu di tengkorak. Kondisi yang membuat Bernardo dan Arthur menghabiskan sebagian besar hidupnya di rumah sakit.

Kondisi ini menyebabkan keduanya harus menjalani operasi pemisahan. Bukan operasi pemisahan biasa, tapi Bernado dan Arthur menjalani operasi canggih menggunakan teknologi realitas virtual alias virtual reality (VR). Operasi ini disebut para tim medis yang menangani keduanya, sebagai operasi paling kompleks alias tindak operasi dengan kesulitan level tertinggi dari jenisnya.

Operasi digelar dengan menggunakan pemindaian otak untuk membuat peta digital tengkoraksi kembar. Kemudian dokter ahli bedah berlatih untuk prosedur dalam operasi percobaan realitas virtual transatlantik.

(Foto: AFP/ Canva)

Prosedur ini dilakukan dengan bantuan badan amal medis yang berbasis di London, Gemini Untwined dengan melibatkan 100 staf tim medis. Operasinya sendiri secara total ada sembilan operasi, termasuk operasi selama 13 jam pada 7 Juni 2022 dan operasi selama 23 jam sehari pada 8 Juni lalu. Sampai di tahap tahap akhir operasi yang rumit pada 9 Juni 2022 dengan bantuan sistem realitas virtual canggih.

Ahli bedah saraf Gabriel Mufarrej dari Institut Otak Negara Paulo Niemeyer, tempat prosedur dilakukan, menyebut operasi pemisahan Bernado dan Arthur sebagai operasi pemisahan yang paling menantang dan kompleks hingga saat ini. Mengingat bayi kembar ini juga berbagi beberapa pembuluh darah yang vital.

"Si kembar memiliki versi kondisi yang paling serius dan sulit, dengan risiko kematian tertinggi untuk keduanya," kata dr. Gabriel.

"Tidak diragukan lagi itu adalah operasi paling kompleks dalam karir saya. Pada awalnya, tidak ada yang mengira mereka akan bertahan. Mereka berdua bisa diselamatkan, ini sudah menjadi sejarah,” lanjutnya.

Senada dengan dokter Gabriel, Ahli bedah saraf, Noor ul Owase Jeelani selaku ahli bedah utama untuk Gemini Untwined menyebutkan ia sebagai dokter merasa luar biasa bahwa kemajuan teknologi virtual yang sebelumnya tak terbayangkan, bisa membantu menyelamatkan nyawa anak-anak dengan kondisi kesehatan yang sangat rumit.

“Sungguh luar biasa dapat melihat anatomi dan melakukan operasi sebelumnya tanpa membahayakan nyawa anak-anak. Anda tidak bisa bayangkan, betapa meyakinkannya hal ini bagi para ahli bedah,” ujar dr. Noor

Dijelaskan lebih lanjut, paska operasi pemisahan, sejujurnya tim medis belum bisa mengetahui sejauh mana si kembar bisa menjalani kehidupan normal. Bernado dan Arthur juga masih harus dirawat di rumah sakit dengan waktu pemulihan yang lama. Demikian sebagaimana dilansir dari Euro News, Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:Ramalan Bill Gates Jadi Kenyataan, Muncul Virus-Virus Lainnya Bikin Takut

BACA JUGA:Studi Penelitian Inggris: Virus AAV2 Berperang Penting di Hepatitis Akut Misterius

1
2