Share

Ingin Punya FWB? Simak 7 Penyakit Menular Seksual yang Bisa Mengintaimu

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
Punya FWB (Foto: Mom junction)

BANYAK anak muda gaul yang tertarik punya hubungan Friends With Benefit (FWB). Ini merupakan hubungan asmara yang lebih mengutamakan hubungan seks tanpa komitmen.

Jadi para pelaku FWB bisa berganti-ganti pasangan sesukanya, semacam seks bebas.

 FWB

Padahal seks bebas meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Menyadur dari Medical Herald, terdapat penyakit menular seksual (PMS) yang bisa mengintai para pelaku FWB, apa saja?

1. HPV

HPV adalah PMS paling umum dialami oleh masyarakat. Anda berisiko mengidap 40 jenis HPV berbeda. Penyakit ini dapat menyebar hanya melalui kontak dari kulit ke kulit. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui kegiatan seksual berupa oral, vaginal dan anal. Beberapa HPV dapat menyebabkan kanker serviks, namun dalam kasus tertentu, penyakit tersebut dapat menyebar dan menyebabkan kanker di mulut dan tenggorokan atau penis.

2. Chlamydia

Chlamydia dapat menyebabkan keluarnya cairan dari vagina atau penis. Anda juga bisa mengalami rasa terbakar saat buang air kecil. Tidak semua orang yang terinfeksi memiliki gejala yang nyata dan berarti. Bahkan dalam beberapa kasus orang yang mengidapnya justru tidak mengetahui telah mengidap penyakit ini. Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik, jadi Anda tidak harus hidup dengan infeksi bakteri.

 

3. Herpes

Anda dapat mengidap herpes melalui kontak kulit. Herpes menyebabkan benjolan dan lecet di sekitar alat kelamin. Lepuh bisa terasa menyakitkan dan tidak sedap dipandang. Herpes adalah virus yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikelola dengan obat-obatan.

4. Gonorea

Gonore dan klamidia memiliki gejala serupa. Sekitar 80 persen wanita yang terkena gonore tidak mendapatkan gejala. Kabar baiknya adalah infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik.

5. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah parasit yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak genital. Wanita lebih cenderung mendapatkan trikomoniasis daripada pria. Gejalanya termasuk rasa panas, gatal dan alat kelamin yang menyakitkan. Pria dan wanita juga bisa mengalami pelepasan dari alat kelamin.

6. Kutil Kelamin

Dokter Amelia Soebyanto, SpDV, selaku Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Pramudia menjelaskan, ada beberapa orang yang berisiko tinggi terkena kutil kelamin.

"Mereka adalah orang yang aktif secara seksual dan memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan pengaman (kondom), memiliki riwayat infeksi menular seksual, serta memiliki gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi alkohol, dan merokok," ujar Dokter Amelia.

“Penularan kutil kelamin, selain dari hubungan seksual yang menyebabkan kontak langsung dengan mukosa dari penderitanya,” sambungnya.

 BACA JUGA:Apa Benar Cacar Monyet Penyakit Seksual Baru?

7. Cacar monyet

Memang cacar monyet belum resmi disebut penyakit menular seksual. Namun sejumlah pakar mengatakan, 95 persen cacar monyet ditularkan saat berhubungan seks. Ini akibat kontak erat dan dekat saat berhubungan seksual. Apalagi jika suka berganti pasangan seksual, maka risiko kena cacar monyet makin besar.

(DRM)