Share

Cegah Permasalahan Gizi pada Anak, Ahli Gizi: Orangtua Juga Perlu Literasi

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 15:58 WIB
$detail['images_title']
Pentingnya memenuhi gizi anak (Foto: Verywell family)

MENCEGAH permasalahan gizi pada anak di Indonesia, para orang tua perlu mendapatkan literasi atau membantu meningkatkan pengetahuan terkait gizi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD. Dia mengatakan, ada 3 jenis literasi bisa diterapkan di Sekolah Dasar kepada anak-anak.

 literasi gizi anak

"Di sisi lain juga perlu adanya literasi bagi orangtua agar seimbang sehingga bukan hanya anak yang memahami tapi juga orang tua," kata Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq, dalam acara Media Kick Off Gerakan Nusantara 2022 bersama FFI, Kamis (4/8/2022).

3 literasi tersebut, seperti literasi fungsional, literasi kritikal dan literasi interaktif. Dimana saat ini anak-anak tengah difokuskan untuk memahami terlebih dahulu atau literasi fungsional.

 BACA JUGA:Nasi Semalam Lebih Sehat daripada Nasi Baru? Ini Kata Ahli Gizi

Memahami secara dasar bagaimana asupan sehat dan makanan atau minuman sehat. Bisa diajarkan sejak dini, di sekolah. Ketika anak mulai memahami secara baik, bisa naik ke tahap kritikal atau interaktif yang mana bisa memberikan dampak positif kepada orang lain (agent).

Ahmad Syafiq menjelaskan, sebagai agen perubahan atau pembawa kebiasaan baik ke rumah, orangtua pun harus ikut melakukan perubahan yang baik. "Saat ini perlu diajarkan terlebih dahulu literasi fungsional, memahami kandungan apa yang dibutuhkan. Dan makanan atau apa yang perlu dikonsumsi anak-anak agar bisa memenuhi gizi," imbuhnya.

Namun, menciptakan anak menjadi agen perubahan bisa memberikan dampak positif butuh waktu lama. Artinya berproses untuk mencapai tahapan tersebut.

"Harapannya tentu anak jadi agent yang membawa perubahan di rumah. Sering kali juga orang tua bisa berubah karena anak (literasi interaktif)," jelas Ahmad Syafiq.

1
2