Share

Vaksin Cacar Monyet Sudah Ada, Simak Risiko yang Menyertainya!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 20:03 WIB
$detail['images_title']
Vaksin cacar monyet (Foto: Current affairs)

SAAT ini vaksin dan antivirus cacar monyet memang sudah ditemukan meskipun penggunaannya masih sangat terbatas. Selain itu disebutkan vaksin cacar monyet mengandung risiko.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM mengatakan, vaksinasi cacar monyet harus dilakukan secara selektif. Artinya tidak diperuntukkan semua orang atau umum.

Pemberian vaksinasi cacar monyet, dijelaskan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular cacar monyet. Seperti tenaga kesehatan, perawat, Cleaning service hingga orang bersinggungan langsung dengan pasien positif cacar monyet.

 cacar monyet

"Jadi menurut pendapat saya vaksin untuk cacar monyet memang selektif, di mana tidak diberikan ke seluruh penduduk. Namun hanya diberikan untuk yang berisiko tinggi tertular, yang bisa menyebabkan kegawatan," kata Prof Zubairi.

Apa Risiko Vaksin Cacar Monyet?

Prof Zubairi menerangkan jika vaksinasi cacar monyet bisa memberikan risiko seperti perikarditis dan miokarditis. Di mana penyakit yang berkaitan dengan jantung, melansir dari berbagai sumber bahwa perikarditis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput pembungkus jantung (perikardium).

"Salah satu risikonya memang ada perikarditis atau ada peradangan selaput jantung dan ada juga penimbunan cairan di jantung," jelas Prof Zubairi.

 BACA JUGA:IDI Bentuk Satgas Cacar Monyet Untuk Cegah Penularan di Indonesia

Sementara miokarditis, peradangan atau infeksi yang terdapat pada otot jantung, yang dapat menyerang segala jenis usia. "Apakah bisa menyebabkan miokarditis? Iya memang bisa. Jadi benar kalau vaksin yang digunakan untuk cacar monyet benar memiliki efek samping," katanya.

Aturan penggunaan vaksinasi cacar monyet, juga diatur oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk tidak digunakan buat secara massal. Hanya memberikan ke mereka yang berisiko tinggi tertular atau terinfeksi.

"Oleh karena itu di banyak negara memang tidak ada saran untuk memvaksinasi seluruh penduduk. WHO juga tidak menyarankan, namun di banyak negara disarankan untuk memvaksin orang yang berisiko tinggi, siapa? misalnya tim kesehatan yang merawat pasien cacar monyet, atau orang yang berisiko tinggi tertular cacar monyet," imbuh Prof Zubairi.

1
2