Share

IDI Bentuk Satgas Cacar Monyet Untuk Cegah Penularan di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 13:01 WIB
$detail['images_title']

IDI bentuk satgas cacar monyet untuk cegah penularan di Indonesia. Adapun, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memastikan, Indonesia kompeten mendeteksi cacar monyet. Sekalipun kasusnya belum ditemukan, tapi kemampuan dokter dan fasilitas kesehatan tak usah diragukan.

Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI, dr Hanny Nilasari, mengatakan bahwa pihaknya akan membuat Satgas monkeypox atau cacar monyet hingga hepatitis akut. Satgas tersebut akan berisikan anggota organisasi profesi IDI.

"Kami akan membuat Satgas yang berisikan anggota organisasi profesi IDI. Ini diharapkan dapat mengantisipasi penyakit pandemi maupun endemi, termasuk juga penyakit hepatitis akut dan cacar monyet," ujar dr Hanny Nilasari beberapa waktu lalu.

Dia akan melakukan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan organisasi profesi lainnya untuk melawan cacar monyet.Diantaranya berkoloborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS Patklin)

"Kami dari Satgas PB IDI akan membantu dan akan selalu berkolaborasi dengan Kemenkes tentunya terkait info dan hal-hal yang terjadi belakangan. Kedepan kita akan berkolaborasi dengan berbagai organisasi profesi. Di sini ada enam organisasi profesi yang tentunya bisa membantu pada saat kita membutuhkan info, data kasus, dan lain sebagainya," kata Hanny.

IDI bentuk satgas cacar monyet untuk cegah penularan di Indonesia dan memberikan rekomendasi terkait cacar monyet pada sejumlah pihak. Hanny mengungkapkan, imbauan tersebut ditunjukkan untuk pemerintah, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan PMK, Wiku Adisasmito mengungkapkan saat ini pemerintah telah menunjuk dua laboratorium untuk mendeteksi penyakit cacar monyet di Indonesia.

Wiku mengatakan upaya ini dilakukan seiring dengan ditetapkannya status darurat cacar monyet oleh WHO. Laboratorium yang ditunjuk pemerintah yakni Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Dr Sri Oemijati di Jakarta.

“Dengan ditetapkannya status darurat internasional terhadap cacar monyet oleh WHO, pemerintah telah menyiapkan komponen-komponen yang diperlukan dalam usaha deteksi awal penyakit seperti penunjukan dua laboratorium untuk melakukan uji sampel,”imbuhnya

(RIN)

1
3