Share

Putri Mona Ratuliu Alami Depresi hingga Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Kenali 7 Gejalanya!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 11:48 WIB
$detail['images_title']
Mima Shafa, (Foto: Instagram @mimashafa)

MIMA Shafa belum lama ini membuat pengakuan yang menghebohkan publik. Pasalnya, putri Mona Ratuliu dan Indra Brasco itu mengaku sempat melakukan percobaan bunuh diri karena mengalami depresi selama bertahun-tahun.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Mima dalam akun Instagram. Dalam sebuah video, pemilik nama lengkap Davina Syafa Felisa itu memperlihatkan beberapa cuplikan foto saat dirinya menangis hingga tangan yang dipenuhi perban luka.

Ada pula potret selfie Mima yang mengacungkan jempol dengan mata bengkak, seolah mencoba terlihat baik-baik saja di depan kamera dan momen-momen ketika ia sedang melalui masa tersulitnya. "Percobaan bunuh diri, depresi," tulis Mima Shafa dikutip pada Selasa (2/8/2022).

Gadis 19 tahun itu menyadari dirinya memiliki masalah kesehatan mental sejak SMP. Sejak saat itu, ia bertekad untuk mengedukasi orang untuk sadar mengenai kesehatan mental dan mengurangi stigmanya. Lantas, apa itu sebenarnya depresi?

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih, hampa, dan kehilangan sukacita yang terus-menerus. Ini berbeda dengan fluktuasi suasana hati yang dialami orang secara teratur sebagai bagian dari kehidupan.

Depresi sejatinya tidak hanya ditandai dengan sedih berkepanjangan, merasa kesepian, atau berpandangan suram tentang masa depan. Tapi, ada gejala depresi lain yang perlu Anda sadari, sehingga Anda bisa lebih mawas diri. Apa saja? Dikutip dari Medical News Today, Rabu (3/8/2022), berikut tujuh gejala depresi.

1. Perubahan nafsu makan dan berat badan: Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi gejala depresi. Beberapa orang beralih ke makanan untuk merasa nyaman, tapi ada juga yang jadi kehilangan nafsu makan atau makan lebih sedikit karena suasana hati yang buruk. Perubahan dalam asupan makanan ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kenaikan atau menurunnya berat badan. Hal ini juga bisa mempengaruhi suasana hati dan tingkat energi.

2. Perubahan kebiasaan tidur: Ada hubungan yang kuat antara suasana hati dan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan depresi, dan depresi dapat membuat lebih sulit untuk tidur. Studi menunjukkan, kurang tidur kronis dapat menyebabkan depresi. Ini mungkin karena perubahan neurokimia di otak. Namun, tidur lebih dari biasanya juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mungkin mengalami depresi.


3. Kelelahan: Merasa sangat lelah adalah gejala depresi yang sangat umum. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen orang dengan depresi mengalami kelelahan. Meskipun lelah adalah perasaan wajar yang dialami setiap orang, tapi orang yang mengalami kelelahan yang parah atau terus-menerus, terutama jika disertai gejala lain, mungkin memiliki depresi tersembunyi.

4. Kebahagiaan yang dipaksakan: Beberapa orang yang mengalami depresi menyembunyikannya dengan selalu memasang wajah bahagia saat bersama orang lain. Namun, mungkin sulit untuk mempertahankan kebahagiaan dan kepositifan yang dipaksakan ini. Seiring waktu, saat ‘topeng’ kebahagiaan ini tak dipakai dan seseorang bisa menunjukkan tanda-tanda kesedihan, keputusasaan, atau kesepian.

5. Hilang konsentrasi: Saat seseorang terdiam selama percakapan atau kehilangan pemikirannya, ini dapat mengindikasikan masalah dengan ingatan dan konsentrasi. Masalah seperti itu adalah gejala umum dari depresi. Suatu studi menunjukkan, sulit konsentrasi dengan i dan fokus ini dapat memperburuk dampak sosial dari depresi dengan membuat kehidupan kerja dan hubungan pribadi lebih menantang.

6. Sakit fisik dan gangguan kesehatan: Depresi adalah kondisi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Selain perubahan berat badan dan kelelahan, gejala fisik lain dari depresi tersembunyi yang harus diwaspadai meliputi sakit punggung, kondisi nyeri kronis, masalah pencernaan, hingga sakit kepala.

7. Perubahan kepribadianKepribadian beberapa orang yang depresi akan mengalami perubahan. Sebagian orang mungkin menjadi lebih pendiam dan menarik diri, atau mereka mungkin marah dan mudah tersinggung. Banyak orang tidak mengasosiasikan kemarahan dan cepat marah dengan depresi, tetapi perubahan suasana hati ini tidak biasa di antara orang yang mengalami kondisi tersebut. Alih-alih tampak sedih, beberapa orang dengan depresi tersembunyi mungkin menunjukkan sifat lekas marah dan kemarahan yang terang-terangan atau ditekan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, segera hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

1
2