Share

Hati-Hati Pelaku Seks Bebas Berisiko Kena Hepatitis B!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 06:02 WIB
$detail['images_title']
Pelaku seks bebas rentan kena hepatitis B (Foto: Astrologify)

BANYAK orang khawatir melakukan kontak fisik dengan penderita hepatitis baik ciuman, apalagi berhubungan seksual. Namun apakah hepatitis bisa menular lewat ciuman bibir?

Diketahui ada lima jenis hepatitis yang teridentifikasi di dunia, tetapi yang paling umum adalah hepatitis A, B, dan C. Semuanya memengaruhi hati dengan beberapa gejala setiap jenisnya serupa. Meski begitu, setiap jenis hepatitis memiliki perawatan yang berbeda.

Secara umum, hepatitis dapat menular melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi atau berbagi jarum suntik yang kotor. Penyakit perusak hati ini juga dapat menular melalui hubungan seksual yang bebas.

 seks bebas

Seperti diketahui, setiap jenis hepatitis memiliki penularan yang berbeda-beda. Hepatitis A dan E dapat menular ketika seseorang menelan makanan yang telah terpapar oleh bakteri, virus atau parasit penyebab hepatitis.

Sementara, hepatitis jenis B dapat ditularkan melalui darah, jarum suntik, dan hubungan seksual yang bebas dan liar. Hepatitis B juga dapat ditularkan selama persalinan dari ibu ke bayinya.

Secara umum, hepatitis dapat menular melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi atau berbagi jarum suntik yang kotor. Penyakit perusak hati ini juga dapat menular melalui hubungan seksual.

 BACA JUGA:Ada 5 Jenis, Hepatitis Tipe Ini yang Paling Banyak Dialami

Dilansir dari Webmd, hepatitis B juga ditemukan dalam cairan vagina, air liur, dan air mani. Bahkan, hepatitis B memiliki persentase 50 sampai 100 kali lebih mudah menular secara seksual, dibandingkan HIV sebagai virus penyebab AIDS.

Sehingga virus ini tidak ditularkan dengan berpegangan tangan, berpelukan, atau bahkan ciuman kering di bibir. Hanya saja, kemungkinan penularan dengan ciuman sejenis french kiss yang bertukar lidah, tidak diketahui.

Sebab tidak ada infeksi yang didokumentasikan secara definitif setelah terpapar air liur yang terinfeksi.

Namun lantaran virus hepatitis B ini telah ditemukan dalam air liur, menyebabkan risiko penularan dengan ciuman bertukar lidah mungkin ada. Bahkan, risiko dapat meningkat jika salah satu pasangan memakai kawat gigi ortodontik atau memiliki luka terbuka atau luka di mulut.

Tak hanya itu, kemungkinan terinfeksi akan bertambah dengan jumlah pasangan seksual yang dimiliki seseorang. Dengan demikian, individu yang suka melakukan seks bebas lebih mungkin untuk terinfeksi hepatitis B.

1
2