Share

Glutamat, Kandungan yang Bikin ASI Terasa Gurih dan Bayi Ketagihan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 22:30 WIB
$detail['images_title']
ASI mengandung glutamat (Foto: NBC news)

DOKTER Spesialis Anak dan Edukator Kesehatan Ardi Santoso meminta agar orangtua terus mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan membiasakan anak-anaknya makan tiga kali sehari. Gizi anak juga harus dipenuhi dengan makanan yang kaya protein serta membatasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan juga asin secara berlebihan.

Anak-anak, ujar dia, perlu dikenalkan dengan cita rasa makanan yang lezat sejak kecil. Sejatinya tak masalah apabila orangtua menambahkan Monosodium Glutamat (MSG) di makanan yang dikonsumsi anak-anak asalkan tidak berlebihan.

"Kadar keamanan MSG sudah dijelaskan dalam Permenkes dan Peraturan BPOM dengan batasan secukupnya, tidak berlebihan," kata Dokter Ardi saat webinar Amankah MSG untuk Anak dan Solusi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal yang diselenggarakan Ajinomoto dan Katadata.

 ASI

Dokter Ardi menambahkan, air susu ibu juga mengandung glutamat yaitu 44,17 persen dari total protein yang dikandungnya. Ini yang membuat bayi ketagihan ASI karena rasanya yang gurih.

WHO juga menyebut konsumsi glutamat sesuai dengan kebutuhan tidak akan berdampak pada kesehatan.

“MSG boleh gak yah, berbahaya gak yah, pasti ada pertanyaan itu. Anak anak butuh makanan lezat, cita rasa yang enak gak mungkin hambar tapi ada takarannya, gula, garam, lemak. Tapi untuk MSG gimana? Tak masalah asal jangan berlebihan dan secukupnya saja,” jelas Dokter Ardi.

Kadar natrium (Na) pada MSG juga lebih sedikit ketimbang garam dapur. MSG mengandung 12% Na, sedangkan garam dapur 39%. Artinya, kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi Natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur.

Selain itu, sebuah studi mengungkapkan pengurangan garam dengan menambahkan MSG ke dalam masakan, dapat mengurangi kandungan Natrium sebesar 30% tanpa mengurangi kelezatannya. Caranya, dengan mengurangi konsumsi garam dapur risiko hipertensi dapat dihindari.

Menurut Psikolog Irma Gustiana Andriani, orangtua perlu belajar dalam menyikapi kegiatan makan pada anak. Ayah dan bunda, harus bisa memastikan anak dapat asupan makanan yang bergizi.

 BACA JUGA:Hari ASI Sedunia, Simak Berbagai Manfaat Air Susu Ibu untuk Bayi!

"Pada intinya adalah, kita semua perlu belajar menyikapi kegiatan makan anak dan jangan lupa, cita rasa sangat penting menggugah selera anak dalam aktivitas makan," kata Irma.

(DRM)